Serapan Gabah di Muna Sangat Minim – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Serapan Gabah di Muna Sangat Minim

Ketua tim Sergap dari MABES TNI-AD Brigjen TNI Rahmat Pribadi di dampingi Kansilog Raha Selamet saat mengunjungi gudang Bulog Raha.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Pemkab Muna nampaknya harus memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan produktifitas pertanian khususnya dibidang persawahan. Sebab Ketua tim Serapan Gabah Petani (Sergap) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (MABES TNI-AD) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rahmat Pribadi, mengungkapkan kabupaten Muna sangat minim serapan gabahnya. Maka, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras, Bulog Raha terpaksa mendatangkan beras dari luar daerah Muna.

Hal tersebut dibuktikan saat Brigjen TNI Rahmat Pribadi bersama Kolonel TNI Rahman Sad didampingi PLH Dandim 1416/Muna Mayor Inf, Suharjani Dwi Siswanto, Wakil Bupati Muna Abdul Malik Ditu, serta perwakilan pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Buton Utara saat melakukan kunjungan kerja di gudang Bulog Raha, Rabu (10/5).
“Ternyata, hasil diskusi kita, produksi beras di Muna tidak mencukupi untuk konsumsi sendiri. Sehingga Bulog ini mendatangkan beras dari luar,” ujar Jenderal TNI berpangkat bintang satu di pundak ini pada awak media.
Solusi untuk meningkatkan serapan gabah di tingkat petani, kata Rahmat, TNI mendukung program yang dicetuskan Wakil Bupati Muna Abdul Malik Ditu, tentang percetakan sawah baru. Dengan demikian terang Rahmat, kedepan diharapkan Bulog dapat menyerap usaha para petani. “Tadi dari pak Wakil Bupati (Abdul Malik Ditu, red), nanti akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas minimnya serapan ini. Jadi kedepannya, tadi direncanakan akan ada cetak sawah baru,” ucap Rahmat.
Senada hal itu, kepala Seksi Persediaan dan Angkutan Logistik (Kansilog) Raha Selamet usai menemani tim Sergap dari Mabes TNI-AD melihat kondisi dan isi dalam gudang Bulog Raha, mengatakan beras yang ada di dalam gudang tersebut, merupakan beras yang dibeli Bulog Raha dari petani yang ada ditiga kabupaten di Sultra. “Kalau yang masuk di gudang bulog Raha ini, dua gudang yakni beras dari Bombana, Kendari dan Unaaha (Konawe, red),” ungkapnya. (m1)

Click to comment

The Latest

To Top