HSBC Indonesia Belum Ingin Melantai di Bursa – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

EKOBIS

HSBC Indonesia Belum Ingin Melantai di Bursa

KOLAKAPOS, Jakarta–Kantor cabang bank asing HSBC yang beroperasi di Indonesia resmi menjadi PT Bank HSBC Indonesia.

Perseroan meleburkan anak usahanya, PT Bank Ekonomi Raharja, untuk masuk ke dalam bagian perseroan.
Konsolidasi dua bank itu dilakukan dengan mekanisme asset and liability transfer yang selesai dilakukan pada 17 April 2017.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan bank itu.
Untuk mengintegrasikan keduanya, perseroan memakai sebagian dana suntikan modal USD 1 miliar dari kantor pusat HSBC.
Rencana penyuntikan modal dan konsolidasi tersebut didengungkan sejak tahun lalu.
Sebelumnya, Bank Ekonomi berubah menjadi perusahaan tertutup dengan melakukan delisting dari lantai bursa.
Bank Ekonomi juga berubah status dari bank umum kelompok usaha (BUKU) 2 menjadi BUKU 3.
’’Kami adalah bank asing pertama di Indonesia yang melakukan integrasi dengan entitas. Sekarang kantor cabang kami bertambah menjadi 99 kantor yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia,’’ kata Presiden Direktur HSBC Indonesia Sumit Dutta.
Menurut dia, integrasi itu akan menambah kekuatan operasional dan jaringan bank sehingga tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Sebab, selama ini aktivitas ekonomi dan kegiatan bisnis lebih banyak dilakukan di Jawa. Padahal, ada banyak potensi yang bisa digali perbankan di daerah.
’’Kami perlu lihat dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, dalam hal pertumbuhan ekonomi, upside-nya itu di Jawa atau di luar Jawa. Potensinya justru ada di Kalimantan, Sumatera, dan pulau-pulau lainnya. Kami perlu memanfaatkan jaringan di daerah karena nasabah di sana juga produk yang bersifat global,’’ kata Head of Global Markets HSBC Ali Setiawan.
Lebih dari separuh kredit HSBC selama ini bergantung pada segmen korporasi. Dengan jaringan yang dimiliki Bank Ekonomi, HSBC bisa memanfaatkannya untuk pengembangan kredit di segmen lainnya seperti UMKM.
Commercial banking dan wealth management juga tetap menjadi fokus perseroan.
Namun, Ali memprediksi pertumbuhan kredit perseroan tahun ini masih di bawah target regulator, yakni 10–12 persen.
’’Mungkin belum sampai segitu karena baru saja konsolidasi,’’ ujarnya.
Perseroan juga belum memikirkan rencana untuk melantai di bursa. (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top