CMA 2017, Menuju ‘UMKM Goes Online’ – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

CMA 2017, Menuju ‘UMKM Goes Online’

KOLAKAPOS, Jakarta–Dalam rangka meningkatkan potensi bisnis pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tanah air, Citi Indonesia menggelar Citi Microentrepreneurship Awads (CMA) 2017

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelaku usaha UMKM dari daerah-daerah.

Pada awalnya, sebanyak 507 pelaku usaha UMKM mendaftar dan mengikuti kegiatan ini.

Setelah pihak panitia melakukan seleksi administrasi, tersaring 50 peserta.

Kemudian dilakukan pula seleksi lapangan tentang profil usaha mereka.

Hingga saat ini tersaring menjadi 20 finalis saja, dan tengah menjalani tahapan bootcamp di Griya Patria, Jalan Pejaten Barat, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Acara puncak akan digelar di Hotel Gran Mahakam, pada Selasa (9 Mei 2017) besok.

Dalam tahapan bootcamp yang diadakan dari 4-8 Mei 2017, CEO Belanja.com, Aulia Ersyah Marinto hadir menjadi pembicara dalam segmen ‘UMKM Goes Online’.

Dia menerangkan tentang strategi pemasaran via digital marketing.

Menurutnya, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam digital marketing adalah masalah ‘kepercayaan’ dari para konsumen.

Itu harus dibangun dari awal dan harus terus-menerus dilaksanakan.

“Trust itu komponen nya enggak hanya satu. Trust itu adalah akibat dari kita melakukan serangkaian effort yang continue, konsisten sehingga orang lain nantinya pada satu titik mengatakan ‘saya percaya’,” kata Aulia.

Dia menuturkan, awal mula upaya membangun kepercayaan dalam digital marketing itu bisa dimulai dari menampilkan profil diri beserta produk dengan baik, singkat, jelas, dan lengkap.

Tujuannya, supaya calon konsumen bisa segera mengetahui siapa penjualnya dan apa yang dijual.

“Baru kemudian kepercayaan itu akan meningkat, ketika ada yang bertanya. Saat itulah anda harus menjawab. Kalau tak dijawab, otomatis kepercayaan itu tergerus. Lalu tingkatannya akan bertambah lagi, jika dia bertransaksi. Kita harus segera melayani juga sedemikian rupa,” imbuhnya

Dalam hal bertransaksi, tegas Aulia, penjual harus dan wajib mengedepankan sikap teliti serta jujur.

Pasalnya, hal-hal yang berkaitan dengan uang sering menimbulkan permasalahan yang besar untuk konsumen serta penjual.

“Misal, customer melakukan kelebihan bayar. Nah jika kelebihan bayar itu anda diam saja, dan satu hari customer menyadari dia kelebihan bayar, maka seketika anda tidak akan dipercaya. Jadi ‘trust’ itu memang adalah upaya yang terus menerus,” ucap dia.

Pria yang juga Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) periode 2016-2018 ini, menyoroti soal keluhan masyarakat yang kerap mengatakan bahwa usaha mereka tak kunjung berkembang lantaran peran pemerintah yang sangat kurang, atau bahkan tidak ada.

“Kalau dibilang bahwa ‘saya hari ini enggak bisa berkembang karena tidak ada peran pemerintah’, itu salah total. Jangan gantungkan usaha kita dengan persoalan itu. Saat ini tanpa pemerintah pun sosial media sudah canggih. Jadi manfaatkanlah dulu hal yang ada. Peran pemerintah itu kan ada jalurnya tersendiri,” tuturnya.

Aulia menyatakan, bahwa sebenarnya pihak pemerintah sudah melakukan upaya dan memberi dukungan yang penuh terhadap perkembangan e-commerce di Indonesia, melalui peluncuran peta jalan (roadmap) e-commerce dalam Paket Kebijakan Ekonomi 14 pada November 2016 yang lalu.

“Maka dari itu, ayo bersama kita kembangkan digital marketing, terutama UMKM. Makin banyak yang paham digital marketing, makin banyak sekolah yang menyajikan jurusan digital marketing, makin banyak pelatihan seperti Citi Indonesia ini, maka digital marketing pasti akan berkembang,” lanjutnya.

Terkait dengan pelaksanaan CMA 2017 oleh Citi Indonesia sendiri, Aulia mengaku sangat memberi apresiasi.

Sebab selain memberi pemahaman pada dunia digital marketing, acara ini pun diikuti oleh peserta yang merupakan entrepreneur dan ada yang berasal dari profesional. (flo/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top