Industri Non Migas Meningkat 4,71 Persen – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Industri Non Migas Meningkat 4,71 Persen

KOLAKAPOS, Jakarta–Industri pengolahan non migas tumbuh sebesar 4,71 persen pada triwulan I-2017 atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar 4,51 persen. Angka itu juga di atas pertumbuhan sepanjang 2016 yang mencapai 4,42 persen.
“Kami terus menjaga momentum kenaikan ini, di mana sebelumnya produksi industri manufaktur tumbuh dan saat ini produk domestik bruto (PDB) ikut positif. Kami berharap agar pertumbuhan industri pada triwulan berikutnya dapat lebih baik lagi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta.

Dia mengatakan, pada triwulan pertama, kenaikan yang juga cukup menggembirakan terlihat dari nilai ekspor sebesar 22 persen. Artinya, hal itu menunjukkan kondisi pasar global yang sudah pulih sehingga akan mendorong peningkatan produktivitas bagi industri dalam negeri.

Menurut Airlangga, industri pengolahan nonmigas selalu membawa efek berganda terhadap perekonomian nasional mulai dari peningkatan nilai tambah, penyediaan lapangan kerja, perolehan devisa dari ekspor, hingga penghemat devisa ketika memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dia menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan industri akan lebih terdongkrak lagi apabila harga gas dan listrik lebih kompetitif karena mampu menekan biaya produksi.

“Bahkan, itu bisa menambah daya saing industri nasional di kancah global,” imbuh Airlangga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor industri yang tumbuh tinggi pada triwulan I/2017 yaitu industri kimia farmasi dan obat tradisional sebesar 8,34 persen. Kemudian industri makanan dan minuman 8,15 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik 7,52 persen, serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 7,41 persen.

Industri pengolahan non migas menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional dibandingkan sektor lainnya. BPS mencatat, industri pengolahan non migas mampu memberikan sumbangan mencapai 18,08 persen pada triwulan I-2017. (rmol.co)

Click to comment

The Latest

To Top