Pemilik Toko Tewas Terbakar dengan Kaki Dirantai – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Pemilik Toko Tewas Terbakar dengan Kaki Dirantai

Warga bersama personel pemadam berjibaku memadamkan api.FOTO:Bkm/fajar

KOLAKAPOS, Makassar–Hari masih pagi, Jumat (5/5). Matahari belumlah terlalu terik. Kira-kira pukul 09.15 Wita.
Pada sebuah toko pakaian di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di RT 05 RW 01 Kompleks Hartaco Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Beberapa karyawan toko sudah melakukan aktivitasnya.
Tiba-tiba terdengar suara histeris dari sebuah toko yang berada di seberang jalan depan kampus Universitas Islam Makassar (UIM). Mendengar teriakan itu, warga sekitar dan pengendara yang lewat langsung menoleh ke atas. Asap hitam membumbung tinggi. Jilatan api sesekali terlihat di udara.
Situasi pun menjadi gaduh. Karyawan toko berusaha memadamkan api. Namun mereka kesulitan mendapatkan air. Upaya pemadaman kemudian dilakukan dengan menggunakan air selokan.
Beberapa karyawan yang telah menyelamatkan diri langsung teringat dengan pemilik toko. Namanya H Muhammad Ryan. Usianya 47 tahun. Ia masih berada di dalam toko ketika api tengah berkobar hebat.
Mereka berusaha menyelamatkan Ryan. Namun tak berbuah hasil. Tak ada yang mampu menerobos api dan pekatnya asap.
Armada pemadam kebakaran tiba beberapa waktu kemudian. Warga bersama personel pemadam berjibaku memadamkan api. Pukul 10.40 Wita si jago merah berhasil dikuasai. Namun api sudah meluluhlantakkan lima unit toko. Petugas dari Polsek Tamalanrea juga datang ke lokasi kejadian.
Penyisiran lalu dilakukan di dalam toko yang terbakar. Alangkah kagetnya petugas kepolisian dan pemadam kala menemukan sesosok tubuh manusia dalam keadaan gosong. Tubuhnya terbujur kaku dalam posisi tertelungkup di dalam sebuah ruangan.
Petugas Polsek Tamalanrea kemudian menghubungi Tim Inafis Mapolrestabes Makassar. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Juga dilakukan olah tempat kejadian perkara.
Dipastikan, korban tewas adalah H Ryan. Ketika ditemukan, kakinya terbelenggu rantai sepanjang dua meter.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, korban diduga mengalami gangguan jiwa. Sudah lima tahun ia dipasung dengan kaki dirantai.
Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar kasur tempat tidurnya, setelah terlebih dahulu menyiramnya menggunakan besin. Dalam waktu sekejap api membesar hingga membakar plafon.
Menurut pengakuan tetangga dan kerabat, sebelum membakar dirinya, pada malam harinya korban sempat mengamuk dan marah-marah kepada keluarganya. Pemicunya, rencana pernikahan untuk ketiga kalinya akan ditunda oleh pihak keluarga.
H Ryan diketahui sudah dua kali membangun mahligai rumah tangga. Namun semuanya kandas di tengah jalan. Duda inipun berencana untuk berkeluarga kembali.
Ketua RT 05 Kompleks Hartaco Permai, Akbar Milo membenarkan rencana korban yang hendak menikah lagi. ”Beberapa hari lalu korban meminta kepada saya untuk mengurus surat pengantar nikah di kelurahan,” ujarnya.
H Ryan akan melangsungkan pernikahan di Kabupaten Bone. Namun Tuhan berkehendak lain. Ia menemui ajal sebelum niatnya itu terlaksana.
Akbar mengaku sangat kaget setelah mengetahui kabar bila korban tewas terbakar dalam kamarnya. “Saya sangat prihatin dengan kejadian ini,” pungkasnya.
Yang lebih memiriskan, untuk mendapatkan bensin guna membakar kasur dan dirinya, korban menyuruh anak laki-lakinya bernama Muh Saldi alias Aldi. Ryan beralasan, bahan bakar yang mudah terbakar itu hendak digunakannya untuk membersihkan sesuatu.
Tanpa pikir panjang dan tak menduga jika ayahnya akan berbuat nekat di pagi hari kemarin, Aldi lalu bergegas membeli bensin satu liter di SPBU yang ada di seberang jalan.
Aldi yang ditemui BKM masih terlihat syok pascakejadian tersebut. “Kalau saya tahu bapak pakai itu bensin untuk bakar dirinya, pasti saya tidak akan belikanki,” ujar Aldi lemah. Air matanya masih terus berurai.
Sedihnya lagi, kata dia, saat terlihat dan tercium bau asap dari dalam kamar korban, ayahnya justru tidak berteriak minta tolong. Malahan kamar itu terkunci dari dalam.
Aldi mengakui, setelah api mulai membakar isi dalam kamar, neneknya Syamsiah sempat berusaha menggedor pintu. Namun korban tak jua membukanya.
Hingga akhirnya api menjalar begitu cepat ke arah atap. Korban pun menemui ajal tewas terpanggang dalam kamar.
Ibu korban, Syamsiah hanya bisa menangis dengan kejadian yang menimpa anaknya. Sesekali dari mulutnya ia berujar, ”Kenapako nak bisa begitu.”
Kapolsek Tamalanrea Kompol Aisyah Saleh yang berada di lokasi kejadian, mengatakan pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. Informasi awal yang diterimanya, kebakaran bermula dari toko milik korban.
“Kalau dari hasil penyelidikan, api beradal dari bagian belakang rumah korban. Seketika itu api membesar. Korban yang berada di dalam toko berusaha memadamkan api. Ketika terperangkap ia tak bisa lagi keluar, hingga akhirnya masuk ke dalam kamar mandi. Kemungkinannya, saat didalam kamar mandi korban membasahi tubuhnya. Namun karena kepungan api, korban meninggal di dalam kamar mandi,” jelas Aisyah
Korban, menurut Aisyah, berstatus duda. Ia telah dua kali menikah. ”Kabarnya akan menikah lagi,” terang Aisyah.
Dalam kebakaran ini, lima unit toko dilalap api. Tiga diantaranya hangus terbakar pada bagian dalam. Sementara dua lainnya terbakar pada bagian belakang.
Lima unit toko yang terbakar itu masing-masing Bintang Cemerlang milik Ratu. Satu unit ruko Fashionable milik Ikhsan. Dua unit ruko Farhan milik H Haedar. Satu ruko lainnya milik almarhum H Ryan. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top