Gagal Panen, Petani di Konawe Peroleh Ganti Rugi! – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Gagal Panen, Petani di Konawe Peroleh Ganti Rugi!

KOLAKAPOS, Unaaha–Sejumlah petani di Kabupaten Konawe memperoleh ganti rugi atas klaim asuransi pertanian mereka. Dana ini diambil melalui asuransi pertanian melalui Dinas Ketananan Pangan Konawe. Hal ini akibat gagal panennya sawah para petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar mengatakan, dana asuransi yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Konawe merupakan perwujudan nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas produk pertanian, melalui program inilah masyarakat mampu berpacu.
“Dana asuransi ini merupakan jawaban pemerintah kepada petani, yang selama ini mungkin belum mendapatkan apa-apa dari pemerintah. Sehingga melalui program inilah kami nyatakan siap mengawal dalam proses pengembangan pertanian tiap petani di Konawe,” kata Akbar usai menyerahkan secara simbolis dana klaim asuransi, beberapa waktu lalu.
Akbar mengungkapkan, program ini muncul sehubungan dengan pelajaran gagal panen beberapa tahun lalu akibat kekeringan, dengan itulah diharapkan melalui dana asuransi ini minat masyarakat untuk terus bertani bisa ditingkatkan tanpa khawatir kerugian yang akan ditimbulkan saat gagal panen nantinya.
“Kelebihan dari program ini karena disini yang dijamin bukanlah lahan pertanian itu tetapi petani yang diganti rugi, sehingga program ini bukan hanya pemilik lahan saja, penggarappun dimasukkan dalam program ini,” jelasnya.
Program ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu dan saat ini telah ada beberapa petani yang sudah melakukan klaim. Direncanakan, kedepannya akan terus dilakukan klaim dengan teknis yang dilakukan Jasindo.
Di tempat yang sama, Kepala Cabang Jasindo Kendari, Yogi Nursetyo menjelaskan, saat ini Konawe memiliki potensi lahan untuk diasuransikan sebesar 36 ribu dan baru sekitar 25 ribu yang berhasil didaftarkan.
Soal prosedur, Yogi menerangkan, harus mendaftar dulu sebagai Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk masuk dalam asuransi ini melalui kelompok tani yang diakui penyuluh masing-masing. Lepas dari itu, inilah yang akan diproses hingga diumukan sebagai penerima klaim disuatu saat nanti.
“Jadi prosedurnya kita bicara soal berapa kerugian yang timbul itu saat fuso. Seberapa besar kerugian yang timbul itulah yang akan digantikan sesuai hitungan maksimal,” jelas Yogi.
Saat ini CPCL di Konawe mencapai 2600 orang dengan luas lahan sekitar 2400 hektar. Ditargetkan, dari sekian banyak itu diusahakan segera didaftarkan agar sudah bisa melakukan klaim. (m4)

Click to comment

The Latest

To Top