Damkar Tabrak Petepete, Delapan Terluka – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Damkar Tabrak Petepete, Delapan Terluka

KOLAKAPOS, Jakarta–SEBUAH kecelakaan lalulintas terjadi saat berlangsung proses pemadaman kebakaran di Jalan Perintis Kemerdekaan, kemarin. Kira-kira pukul 09.00 Wita, satu unit pemadam menabrak petepete. Peristiwanya berlangsung di pertigaan Tello Baru.

Saat itu mobil pemadam melaju dari arah kota menuju lokasi kejadian. Karena terjadi kemacetan, sopir pemadam mengambil lajur kanan. Saat bersamaan melaju sebuah petepete. Duarr… Tabrakanpun terjadi. Mobil petepete langsung ringsek di bagian depannya. Selain itu, delapan orang mengalami luka-luka.
Kepala Operasi Dinas Damkar Kota Makassar Hasanuddin, yang dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tabrakan tersebut. Ia menjelaskan, armadanya turun melakukan pemadaman di lokasi kebakaran Jalan Perintis Kemerdekaan.
”Terpaksa mengambil lajur kanan karena kondisi jalan sangat ramai dan macet. Dalam keadaan darurat, armada pemadam harus tiba di lokasi kebakaran secepat mungkin,” terang Hasanuddin, kemarin.
Hasanuddin mengklaim, pihaknya melaksanakan tugas berdasarkan undang-undang. ”Ada aturan saat kami melaksanakan tugas. Yaitu Undang-undang No 22 tahun 2009 pasal 134. Pada saat kondisi darurat seperti tadi (kemarin), kita bisa dinomorsatukan,” jelasnya.
Armada damkar yang kecelakaan, menurut Hasanuddin, dikemudikan Bakri (36). Dari informasi yang diterimanya, mobil pemadam tersebut melaju dengan melawan arus. Tiba-tiba satu unit petepete trayek kampus Unhas (02) yang tidak menyadari suara sirene, mencoba menyalip kendaraan lain dari sisi kanan. Sopir petepete bernama Hendra (21) baru tersadar setelah moncong mobil damkar yang melaju kencang sudah tepat berada di hadapannya.
Tak bisa lagi dikendalikan oleh sopir, tabrakan pun terjadi. Akibatnya, lima penumpang petepete dan satu pengendara motor mengalami luka-luka. Mereka adalah Muh Akbar Yusuf (73), Surahmin (26), Rima Novianti (21), Ita Ernawati (46) dan Mirnalili B (62).
Salah seorang korban bernama Hendra mengalami luka parah, setelah sebagian tubuhnya terjepit pada badan mobil yang ringsek dihantam mobil damkar. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu membantu mengeluarkan korban dengan menggunakan linggis.
Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Hamka Mappaita yang dikonfirmasi terpisah, menjelaskan bahwa meski sopir damkar yang melawan arus di saat kondisi darurat dan tengah tugas pemadaman kebakaran, tidak membuatnya aman dari proses hukum. Pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan. Bahkan menahab Bakri, sopir damkar nahas tersebut.
”Kami tidak mungkin membiarkan kejadian ini. Sopir damkar akan diperiksa. Korban juga akan dimintai keterangannya setelah kondisinya membaik,” jelas Hamka, kemarin.
Hamka menegaskan, aturan kondisi darurat tetap memprioritaskan damkar. Namun, bukan berarti mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.
”Meski darurat dalammelaksanakan tugas, tapi harus tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain. Karena sama-sama nyawa. Yang tertimpa musibah kebakaran itu untuk menolong nyawa. Kalau yang ditabrak juga nyawa. Terpenting adalah mengutamakan keselamatan,” tandasnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top