Dewan Desak Tanah di Kapasa Dijadikan Gudang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Dewan Desak Tanah di Kapasa Dijadikan Gudang

KOLAKAPOS, Makassar–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mulai resah akan aktifitas gudang dalam kota. Dewan bahkan, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk segera memfungsikan lahan di Kapasa sebagai kawasan gudang terpadu.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina mengatakan, ia telah melakukan komunikasi dengan pihak SKPD terkait untuk memindahkan seluruh gudang dalam kota dan dialihkan ke jalan Kapasa yang sudah disediakan seluas tiga hektare.
“Belum ada hasil dari penindakan gudang dalam kota, makanya kita tuntut pemkot untuk segera memindahkan aktifitas gudang di Jalan Kapasa yang lahannya sangat luas disiapkan Pemkot,” ungkapnya saat di temui di gedung DPRD Makassar.
Legislator Fraksi Golkar ini juga menuturkan, banyaknya keluhan warga soal aktifitas gudang dalam kota sudah tidak bisa dibendung lagi, sehingga dewan meminta bagaimana tindakan tegas pemkot untuk memindahkan seluruh gudang ke tempat yang sudah ditetapkan.
Hal senada diungkapkan anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli. Ia berharap kawasan gudang di Kapasa segera dirampungkan agar tidak ada lagi gudang yang beroperasi di dalam kota.
Fasruddin juga meminta ke pemerintah kota segera melakukan pendataan untuk gudang yang akan direlokasi ke Pusat Ekspedisi Kapasa.
“Kita dukung pembangunan itu, kalau bisa diselesaikan secepatnya itu lebih baik. Sebaiknya pemerintah kota segera melakukan persiapan relokasi ke lokasi itu,” katanya.
Menyikapi itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Muhammad Andi Yasir mengakui telah menyiapkan lahan seluas 3 hektare di Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, untuk pembangunan pusat ekspedisi yang siap menampung pengusaha gudang di Kota Makassar. Bahkan, kata Yasir, pembangunan pusat ekspedisi itu sudah hampir rampung dan diperkirakan bisa digunakan tahun ini.
“Sebanyak 167 unit gudang disiapkan di atas lahan seluas tiga hektare untuk pengusaha ekspedisi, seperti ekspedisi pengiriman. Kita harap tahun ini sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Selain itu ia mengungkapkan, Disdag telah gencar melakukan penertiban gudang dalam kota keberadaan gudang dalam kota sangat meresahkan warga. Berbagai keluhan dilayangkan akibat keberadaannya, persoalan truk dalam kota ditengarai sebagai efek domino dari keberadaan gudang dalam kota yang menimbulkan kemacetan.
“Selain itu bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan merusak jalan akibat tonase yang tak sebanding dengan kekuatan jalan saat mengangkut barang,” jelasnya.(jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top