Penerimaan Cukai Plastik Terancam Tak Sesuai Target – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Penerimaan Cukai Plastik Terancam Tak Sesuai Target

Ilustrasi bea cukai. Foto: Jawa Pos.Com/JPNN

KOLAKAPOS, Jakarta–Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara terkait objek cukai.

Saat ini, objek cukai di Indonesia baru tiga.

Sedangkan neara-negara ASEAN memiliki 7-10 objek cukai.

Karena itu, pemerintah berniat memperluas objek cukai terhadap kantong plastik.

Menurut Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, kajian tentang pungutan cukai kantong plastik diserahkan kepada Komisi XI DPR pada Juli mendatang.

’’Kami sudah melakukan pembahasan intensif dengan Badan Kebijakan Fiskal dan kementerian/lembaga terkait. Selain itu, komunikasi ke pihak lain juga dilakukan, termasuk asosiasi,’’ kata Heru, Rabu (3/5).

Kementerian Keuangan berharap pembahasan di DPR berlangsung positif.

Dengan demikian, kebijakan yang berpotensi menambah keuangan negara tersebut bisa diberlakukan tahun ini.

’’Kami berharap yang disetujui awal adalah cukai plastik keresek, kemasan, dan tas keresek,’’ jelas Heru.

Pemerintah bahkan sudah mencantumkan target penerimaan negara dari cukai plastik di APBN 2017 sebesar Rp 1,6 triliun.

Meski demikian, realisasinya bergantung kecepatan pembahasan di DPR.

’’Begitu disetujui, langsung berlaku. Tapi, penerimaannya mungkin kurang dari Rp 1,6 triliun (karena berlaku kurang dari setahun, Red),’’ papar Heru.

Hingga 28 April, realisasi penerimaan bea dan cukai baru mencapai sekitar Rp 29,3 triliun.

Jumlah itu sedikit rendah bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 29,6 triliun.

Penerimaan bea dan cukai tersebut berasal dari setoran bea masuk Rp 10,2 triliun, bea keluar (Rp 1,2 triliun), dan penerimaan cukai (Rp 17,9 triliun). (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top