Pelaku Pembunuhan Nenek di Watonea Masih Misterius – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

Jazirah Sultra

Pelaku Pembunuhan Nenek di Watonea Masih Misterius

KOLAKAPOS, Raha–Siapa Pelaku pembunuhan Waode Faisa (65) warga lorong Kancil Kelurahan Watonea, Muna, masih menjadi misteri. Sebab hingga saat ini Kamis (4/5) polisi belum dapat mengungkap kematian wanita paruh baya itu. Hal tersebut disebabkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah mengalami kerusakan, sehingga polisi sulit menemukan jajak sidik jari pelaku.

Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih bekerja ekstra untuk mengumpulkan bukti dalam mengungkap pelaku dan motif pembunuhan tersebut.

“Saat menerima laporan pagi jam 08.30 ada laporan di jalan kancil penemuan mayat sesosok wanita. Karena belum bisa dipastikan pembunuhan, dilakukanlah pengamanan. Pasang garis polisi. Saya datang, tapi masyarakat banyak. Akhirnya mereka dikeluarkan dari garis polis line. Kami langsung olah TKP, kemudian korban dibawa ke rumah sakit. Kami lanjutkan lagi olah TKP. Tapi TKP rusak, tidak bisa menemukan sidik jari, ” kata Fitrayadi pada wartawan

Eks Kapolsek Rante Angin Kolaka Utara ini mengakui, semua tahapan penyelidikan, telah dilakukan. Dengan bantuan K9 (anjing pelacak) dari Polda Sultra. Bahkan pihaknya juga telah memeriksa dan mengumpulkan keterangan dari sembilan orang saksi. Hingga tahapan prarekonstruksi pasca kejadian dan sebelum kejadian (Minggu, red) serta merekonstruksi kembali kehidupan di TKP, namun pihaknya belum juga bisa menjerat pelakunya. “Dari hasil olah pra rekonstruksi dan olah TKP belum ditemukan juga, satu pun tersangka, ” terangnya

Kendati demikian, eks penyidik Reskrimum Polda Sultra ini mengatakan kendala tersebut tidak membuat penyelidikan yang mereka lakukan berhenti disitu saja. Namun, Ia terus mencari informasi masyarakat sekitar.

Hingga akhirnya, polisi kembali menemukan tujuh orang saksi yang bersedia untuk dimintai keterangannya. Namun dalam perjalanannya, hanya enam dari tujuh orang saksi yang bersedia menjalani pemeriksaan. Sementara satu orang lagi, belum bersedia hadir. Lantaran satu orang saksi itu, masih berada diluar daerah. “Dari pemeriksaan enam orang saksi ini, belum juga ditetapkan siapa tersangkanya. Apa motifnya. Siapa pelakunya, belum kami dapatkan, ” terangnya.

Fitrayadi mengaku, selama penyelidikan polisi, belum menemukan alat bukti. Yang ada, kata dia, hanya jejak sidik kaki.

Fitrayadi pun mengakui, pemeriksaan Polda Sultra telah membandingkan sidik kaki yang ditemukan di TKP. Namun sayangnya, sidik kaki itu tidak identik dengan saksi.

Kendati demikian Fitrayadi tetap optimis bahwa perkara misteri kematian pensiunan ASN Pemkab Muna itu dapat terungkap.

Untuk sementara, Ia mengakui berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, pelaku pembunuhan lebih dari satu orang.

Olehnya itu Ia menghimbau, pada masyarakat supaya bisa memberikan informasi sekecil apapun kepada polisi. “Kami akan ungkap, ” janji mantan penyidik Tipikor Polda Sultra.

Sementara itu, keluarga korban Nurdin Pamone berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan tersebut. “Kita harap secepatnya diungkap, ” pintanya.

Untuk diketahui Waode Faisa meninggal secara mengenaskan didalam rumahnya yang masih sementara direnovasi. Mayatnya pertama kali ditemukan oleh tukang masak pekerja rumahnya Wa Boby pada Senin (17/4) pagi dalam kondisi terbujur kaku tanpa busana. Parahnya lagi, mulut nenek ini disumbat kain, lehernya terlilit kabel cas HP, luka lebam di dahi, luka robek bagian rahang sebelah kiri dan jasatnya terbungkus farlak plastik biru. Hingga berita ini kembali diturunkan, polisi belum dapat mengungkap tabir kematian nenek paruh baya ini. (m1/b/hen)

Click to comment

The Latest

To Top