Pedagang Basah Direlokasi ke Pasar Sentral – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pedagang Basah Direlokasi ke Pasar Sentral

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Tim relokasi yang dibentuk Pemerintah Kota Makassar memastikan pedagang mulai dipindahkan ke Makassar Mall atau Pasar Sentral, Jumat (5/5). Kepastian itu diperoleh setelah berlangsung pertemuan membahas rencana relokasi.
Dalam tim relokasi terdiri dari unsur Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, PD Pasar Makassar Raya dan PT Tunggal Melati Inti Raya (MTIR). Rapat dipimpin Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Rahim Bustam.
“Relokasi pedagang kita mulai pada tanggal 5 Mei. Itu untuk pedagang basah. Jadi kami minta baik PT MTIR dan pedagang basah untuk bersiap-siap direlokasi ke dalam gedung,” kata Rahim Bustam.
Dia menambahkan, para pedagang yang akan direlokasi agar segera menyelesaikan proses administrasi yang telah diatur pemerintah kota. Karena setiap pedagang wajib melakukan pendaftaran dan menyelesaikan proses administrasi.
Hal yang sama juga dikatakan Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Japri Y Timbo. Kata dia, seluruh pedagang yang akan direlokasi harus mengisi biodata di PD Pasar Makassar Raya untuk pendataan ulang. Termasuk melakukan verifikasi pedagang lama.
“Kalau proses administrasi sudah selesai, pedagang diberikan kartu pedagang dan terdata di PD Pasar Makassar Raya,” katanya.
Terpisah, anggota Komisi A DPRD Makassar Zaenal Beta, mengatakan persoalan yang terjadi sekarang masuk dalam ranah antara pengembang PT Melati Tunggal Inti Raya dengan pedagang. “Sepertinya harga kios dan lods sudah disetujui antara pengembang dan pedagang. Hanya saja, beberapa pedagang lama masih mempersoalkan harga yang telah disepakati. Padahal pedagang lain sudah setuju,” ujarnya di gedung DPRD, kemarin.
Legislator Fraksi PAN ini menegaskan, permasalahan bukan lagi terletak antara pemerintah, tetapi sudah antara pedagang dan pengembang. “Tidak selesai memang ini masalah kalau masih mempersoalkan harga. Lebih baik yang tidak setuju dikeluarkan saja dari perjanjian,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar Wahab Tahir mengimbau agar persoalan Pasar Sentral diselesaikan ke KPK. “Saya belum tahu kapan difungsikan. Yang jelas, kami minta KPK proses dan mengusut tuntas masalah ini,” kata Wahab.
Legislator Golkar inipun mengaku, pengembang dan organisasi pedagang dari APPSM telah menyepakati harga kios yang ditetapkan sesuai ukuran kios per lantai.
“Untuk melakukan pengkajian hingga menemukan kesepakatan, seharusnya lagi pemkot diberikan deadline. Karena sampai saat ini pedagang dan pengembang masih terjadi tarik menarik. Bahkan sudah berlangsung hampir dua tahun,” tegasnya.
Humas PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) Imran Bachtiar menegaskan, kondisi fisik gedung baru Pasar Sentral telah siap untuk dioperasikan. Khususnya untuk basement dan lantai dasar. Menanggapi hasil rapat tim relokasi yang memutuskan untuk segera merelokasi para pedagang basah 5 Mei, pihak MTIR memastikan dapat melaksanakan relokasi secara bertahap.
“Kita pastikan pedagang basah sudah direlokasi 5 Mei sesuai dengan hasil rapat tim. Jadi relokasi pedagang ini kita lakukan secara bertahap. Dimulai dari pedagang basah yang berada di basement sampai ke atas,” jelasnya.
Dia mengklaim tak ada lagi permasalahan untuk relokasi pedagang ke dalam gedung Pasar Sentral. Karena para pedagang melalui asosiasi telah menyetujui harga yang telah ditetapkan, yakni Rp50 juta sampai Rp70 juta per meter. Baik di basement maupun di lantai satu ke atas.
“Ini gedung ada sembilan lantai. Di basement untuk pasar basah atau pasar segar. Lantai satu sampai enam itu jualan pakaian. Lantai tujuh untuk makanan. Lantai delapan khusus untuk parkiran kendaraan, dan lantai sembilan untuk perkantoran. Ini sudah tidak ada masalah karena pedagang sudah setujui harga,” terang Imran.
Soal harga, menurut Imran, angkanya bervariasi. Mulai dari Rp50 juta sampai Rp70 juta per meter untuk di basement. Rp60 juta sampai Rp70 juta permeter untuk lantai satu ke atas sesuai dengan lokasinya.
Untuk gedung Pasar Sentral, menurut Imran, telah dilakukan uji kelayakan oleh tim dari Unhas. Kemudian dilaporkan ke Dinas Penataan Ruang Kota Makassar untuk mengeluarkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF).
“Ini gedung sudah diuji. Pengujinya dari Unhas. Kemudian dilaporkan ke Dinas Penataan Ruang untuk mengeluarkan SLF. Satu minggu lagi SLFnya sudah dikeluarkan. Informasinya, di Makassar belum ada bangunan yang punya SLF. Jadi mungkin kami yang pertama kali punya SLF di Makassar,” jelasnya.
Ditambahkan Imran, pedagang yang telah melunasi pembayaran kios dan lods sudah dapat masuk menempati gedung setelah pedagang pasar basah dipindahkan.
“Pedagang yang sudah lunas pembayarannya sudah bisa masuk setelah pedagang basah direlokasi. Pedagang yang mau melakukan pembayaran, kami kasih rekomendasi untuk ke bank melakukan pembayaran,” terangnya.
Dari pantauan BKM, masih ada proses pengerjaan di gedung Pasar Sentral. Ketika masuk ke dalam lokasi bangunan, masih banyak ditemukan puing material yang berserakan. Juga tampak pekerja yang menggenjot pengerjaan. Seperti plesteran dinding tembok dan pengecatan.
Sementara dalam gedung basement, kondisi kios dan lods sudah terlihat rapi. Pintu berupa rolling door sudah terpasang dan siap untuk dihuni.
Berbeda jauh dengan kondisi kios dan lods di lantai satu dan dua, yang kondisinya masih belum sempurna. Banyak diantaranya yang belum memiliki pintu. Kabel-kabel masih banyak yang berserakan di langit-langit. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top