Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Pemuda Dihajar Massa, Menangis di Pelukan Ibundanya

KOLAKAPOS, Malang–Ronny Prasetya Budi, 22 tahun, warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji , Malang, babak belur dihakimi massa karena dicurigai akan menculik anak.

Untungnya saat massa semakin banyak, petugas Pos Lantas Kebonagung yang mendapat laporan segera datang dan mengamankannya.
Dengan kondisi babak belur, Ronny lantas digelandang ke Pos Lantas Kebonagung, dari lokasi kejadian di Kebonagung, Pakisaji.
Kemudian setelah diinterogasi, Ronny diserahkan ke UPPA Polres Malang. Hingga semalam polisi masih menyelidiki kebenaran dugaan penculikan tersebut.
“Saya tidak menculik. Hanya ingin mengajaknya jalan-jalan saja,” kata Ronny sembari menangis dipelukan ibunya saat di UPPA Polres Malang.
Kejadian yang mengundang massa ini, berawal dari keresahan orangtua NZ, warga Kebonagung, Pakisaji. Pasalnya Sabtu lalu, sepulang sekolah NZ, 8, pelajar SD ini sempat hilang saat bermain. Orangtuanya sempat mencari kemana-mana namun tidak ada.
Setelah ditanyakan ke beberapa orang, diketahui kalau NZ pergi dengan pemuda misterius. Selama diajak pergi NZ, diberi uang sebesar Rp 10 ribu oleh pemuda yang mengajaknya. Kabar itupun langsung menjadi perbincangan warga sekitar.
Zainul Arifin, guru olahraga NZ yang mendengar, lantas menanyakan kepada NZ. Dari pengakuan NZ, kalau siang sekitar pukul 13.00, pemuda misterius tersebut mengajak ketemuan lagi di sekitar lapangan Kebonagung.
Karena khawatir dengan keselamatan NZ, Zainul lantas mengajak guru lainnya untuk menyelidiki dan menyanggong rencana pertemuan kedua Ronny dengan NZ.
Warga sekitar yang mendengar, juga ikut menyanggong. Mereka kemudian mengatur strategi untuk melakukan penangkapan.
Saat hujan turun deras, Ronny yang mengendarai sepeda motor Honda Vario datang. Ia mencari NZ yang akan diajaknya jalan-jalan.
Melihat gelagatnya yang mencurigakan, apalagi NZ saat ditanya membenarkan, warga langsung mendekati.
Ketika ditanya maksud tujuannya, Ronny malah melawan. Warga yang terpancing emosinya, lantas menangkap dan menghakiminya ramai-ramai hingga babak belur. Setelah itu, Ronny diserahkan ke polisi.
Sewaktu dibawa ke Polres Malang, ibu serta kakak Ronny datang untuk melihat. Ketika bertemu, Ronny langsung menangis dan memeluk ibunya. Ronny dikatakan ibunya adalah pemuda berkebutuhan khusus.
“Untuk proses penyelidikannya ditangani oleh UPPA Polres Malang. Kami hanya membantu mengamankannya dari amukan massa,” terang Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top