Pemkot Gandeng Power Technology ASEAN–Terangi Kepulauan di Makassar – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pemkot Gandeng Power Technology ASEAN–Terangi Kepulauan di Makassar

Pertemuan antara Managing Director Power Technology ASEAN Ltd, Ray Littin dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto di Balaikota

KOLAKAPOS, Makassar–Pulau-pulau di Makassar bakal menikmati listrik yang bersumber dari energi solar hal tersebut terlihat pada pertemuan antara Managing Director Power Technology ASEAN Ltd, Ray Littin dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto di Balaikota, Selasa (2/5) malam.
Sekedar informasi Power Technology ASEAN Ltd, adalah perusahaan yang bergerak di bidang solar energy telah memiliki pengalaman hingga 35 tahun di bidang teknologi panel surya. Produknya telah dimanfaatkan oleh beberapa kota di dunia termasuk kota – kota di Indonesia.
Pertama kalinya bagi perusahaan yang berkedudukan di New Zealand itu menjajaki peluang kerja sama dengan pemerintah kota, dan Makassar menjadi kota pertama yang disasarnya.
Sebelumnya, teknologi panel surya yang dihasilkannya dimanfaatkan oleh pihak swasta. “Makassar memiliki potensi energi solar yang melimpah dengan iklim tropisnya. Kami tertarik bekerjasama karena wali kotanya sangat berpikiran terbuka serta ramah terhadap teknologi baru dan terbarukan,” kata Ray Littin.
Makassar memiliki 12 gugusan pulau spermonde yang membentang hingga 52.8 km di sepanjang garis pantai Makassar. 9 diantaranya merupakan pulau berpenghuni.
Penjajakan kerja sama antara Makassar dan New Zealand diharapkan Danny dapat memenuhi pasokan listrik di pulau – pulau Makassar secara optimal, “Nantinya genset sifatnya untuk back up digantikan dengan solar panel dan warga kita bisa belajar memeliharanya,” kata Wali Kota Danny.
Selain untuk pulau – pulau, Wali Kota Danny juga menggadang – gadang memanfaatkan solar energy untuk sekolah, smart pete – pete, aparong, halte smart pete – pete, smart library, dan smart canteen.
Solar panel yang dikembangkan Power Technology ASEAN Ltd memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa. Usianya lebih panjang bisa 20 hingga 30 tahun, ramah lingkungan, energi yang lebih stabil, bisa digabungkan dengan mesin diesel, dan perpindahan suplai listrik dari panel solar ke mesin diesel berlangsung sekejap. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top