Semua Elemen Harus Bertanggung Jawab Terhadap Pendidikan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Semua Elemen Harus Bertanggung Jawab Terhadap Pendidikan

KOLAKAPOS, Kolaka–Unversitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menggelar upacara peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei kemarin di Halaman Rektorat USN. Upacara yang diikuti civitas Akdemika itu dipimpin langsung oleh Rektor USN Kolaka, Azhari dan bertindak sebagai Inpektur Upacara Takwa Rahman Kasubag Kerjasama dan Humas USN. Sebelum menyampaikan pesan-pesannya dalam memperingati Hari Pendidikan nasional itu, Rektor membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir.

Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa momentum Hardiknas merupakan refleksi dari bebragai upaya yang telah dan sedang dilakukan melaksanakan berbagai programu untuk memajukan pendidikan, khusunya mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
“Hardiknas yang kita peringati hari ini tentu bukan hanya untuk mnegenang perjuangan dan jasa besar Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan Indonesia, namun peringatan ini juga merupakan momentum dan sekaligus refleksi dari berbagai upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam melaksanakan berbagai program meajukan pendidikan, khusunya mutu pendidikan Indoensia,” papar Menteri Melalaui Rketor USN Kolaka, Azhari.
Dalam peringatan Hardiknas Kali ini, tema yang dipilih adalah “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk mendukung Pertumbuhan Ekonomi.”
Kata menteri, Tema itu dipilih untuk menekankan sekarang ini tibalah saatnya perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar lebih memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi didaerahnya.
Sementara itu Rektor USN dalam berpesan agar para pendidik tidak hanya membentuk generasi didik yang cerdas melainkan juga membentuk anak didik yang memeilki budi perketi dan kahlakj yang baik. “Selamat Hari Pendidikan Nasional Buat kita, dengan Hardiknas ini kita harus mengoreksi diri kita khususnya pelaku Pendidikan, apa yang telah kita berikan kepada generasi-generasi pelanjut kedepan?, apakah kita hanya melakukan aktivitas by doing atau kativitas kerja saja? dalam arti kita masuk kantor, kita menjadi guru atau dosen hanya masuk mengajar saja dan pulang melaksanakan pekerjaan seperti mesin, sudah tidak ada lagi nurani kita sebagai pendidik? sementara pendidik itu adalah guru yang akan dimintai pertanggung jawaban di dunia akhirat, mari kita membentuk anak didik yang cerdas dan memiliki akhlak yang baik,” terangnya.
Dia juga meminta kepada orang tua dalam mendidik anak agar mengedepankan juga etika dan oral yang baik. Lanjutnya dengan menanamkan moral yang baik akan membentuk Insan-Insan berguna dan tidak menggangu orang lain.
Dia juga menekankan bahwa USN selaku perguruan tingi tidak bisa bertanggung jawab sendiri untuk memebentuk generasi pelanjut yang cerdas dan berakhlak.” Karena kami memilki keterbatasan bertatap muka, ditambah dengan ada sebagian dosen kami yang kesadarannya dalam mendidik belum memiliki rasa tanggung jawab dalam membangun manusia yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap dunia dan akhirat, makanya pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jabab guru, dosen atau ustad, jadi pendidikan itu tanggung jawab bersama baik dari masyarakat, tenaga pendidik, juga pemerintah, dan jangan saling merepotkan,” tegasnya.
Secara umum dia menilai pasca Reformasi ini, Pendidikan di Sulawesi Tenggara sudah meningkat. “Kalau saya di Sulawesi Tengara dan terkhusus di Kolaka kita sudah meningkat sekali, bahkan mengalahkan Kiblat Pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indoensia yaitu Sulawesi selatan dalam hal ketersediaan lembaga pendidikan tinggi negeri. Di Sulawesi Selatan itu tidak ada pendidikan tinggi negeri yang letaknya di kabupaten, hanya di Sulawesi Tenggara ini, jadi ini adalah kebanggan tersendiri bagi kita, dan kedepan akan ada lagi politeknik negeri di Sulawesi Tenggara ini,” paparnya. (cr4)

Click to comment

The Latest

To Top