Puluhan Mahasiswa Akper Mengadu ke Bupati – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Puluhan Mahasiswa Akper Mengadu ke Bupati

Puluhan mahasiswa Akper mengadu ke bupati Muna.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

Diusir Oknum Dinas Kesehatan Saat PKL

KOLAKAPOS, Raha–Puluhan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) tingkat tiga yang merger di bawah Yayasan Sowite Muna mengadukan nasipnya ke Bupati Muna. LM Rusman Emba, karena telah menerima intimidasi dari oknum Dinas Kesehatan Muna. Pasalnya intimidasi itu terjadi pada saat mahasiswa akper ini melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas. Dimana, beberapa oknum dari Dinas Kesehatan Muna langsung mengusir mahasiswa saat melakukan PKL, Parahnya lagi, mahasiswa yang lagi PKL di Posiandu disuruh pulang dan tidak diperbolehkan melakukan praktek.
Hal tersebut dikemukakan Sitti Marhamni pada Bupati Muna LM Rusman Emba di ruang rapat Sekda Muna Selasa, (2/5) siang.
Kata Marhamni, awalnya, beberapa oknum pegawai Dinas Kesehatan datang ketempat PKL mereka yakni di Puskesmas Watuputih, Mabodo, Waara, Laselepa dengan mengajukan surat peninjauan kembali terkait praktek klinik di Puskesmas yang dilakukan mahasiswa akper yang bergabung di Yayasan Bumi Sowite. Tetapi yang terjadi saat itu, dilokasi PKL mereka, tidak melakukan peninjauan ataupun supervisi. Malah oknum pegawai Dinas Kesehatan itu langsung mengusir dan memaksa mahasiswa untuk berhenti melakukan praktek. “Saya mewakili teman-teman dari akper. Kami kesini (Bertemu bupati. Red) tidak banyak yang kami minta. Hanya saja, kami meminta hak kami itu untuk belajar tidak di ganggu Pak. Karena kemarin, pada saat kami melakukan PKL di Puskesmas, beberapa oknum dari Dinas Kesehatan datang dengan mengajukan surat peninjauan kembali praktek klinik Puskesmas. Tetapi yg terjadi dilapangan, kami bukan ditinjau kembali pak. Kami tidak disupervisi, malah kami di usir. Kami disuruh berhenti untuk melakukan praktek Pak, oleh oknum-oknum Dinas Kesehatan tersebut. Bahkan ada beberapa teman kami yang sedang melakukan posiandu, disusul Pak. Disuruh pulang, kami tidak diperbolehkan untuk melakukan praktek. Jadi kami keberatan,” keluh mahasiswi Akper yang melakukan PKL di Puskesmas Waara ini.

Lanjut kata dia, sebagai seorang mahasiswa, mereka tidak mau ikut campur dalam persoalan yang terjadi antara Akper Pemkab Muna dibawah pimpinan Laode Ondo dengan Akper yang dicetuskan oleh Shanty (Eks Pimpinan Akper Pemkab Muna) untuk merger ke Yayasan Bumi Sowite. “Kami tidak mau tahu apa yang terjadi dengan kedua pengelola ini, namun yang kami inginkan tugas kami yang hanya belajar tidak usah diganggu,” pintahnya

Menanggapi curhatan mahasiswa Akper itu, Bupati Muna LM Rusman Emba langsung mengintruksikan Sekertaris Dinas Kesehatan Muna Hasdiman Maani agar menindak lanjuti kenginan para mahasiswa Akper tersebut. “Insya Allah apa yang menjadi keingingnan adik-adik itu kita tidak lanjuti. Jadi tetap proses berjalan saja,” terangnya

Orang nomor satu di Bumi Sowite juga berpesan kepada mahasiswa Akper itu agar langsung melapor kepada dirinya apabila pada saat mereka PKL masih ada oknum yang mencoba melakukan intimidasi. “Jadi kalau ada yg intimidasi, ada yang melarang apa semua, sampaikan ke saya,” pintah Bupati.

Rusman berharap agar persoalan tersebut tidak lagi terjadi. Supaya harapan pemerintah dalam menjaga dan menciptakan koduktivitas dalam daerah serta menciptakan sumber daya manusia yang berkuliatas dapat terwujud. “Harapan kami konduktivitas darah ini bagus, kemudian kita punya adik-adik ini bisa belajar dengan baik, untuk menghasilkan serjana-serjana yang berkualitas,” harapnya. (m1/b/hen)

Click to comment

The Latest

To Top