Peringati Hardiknas, Pendemo Tuntut Asrama Latimojong Diperhatikan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Peringati Hardiknas, Pendemo Tuntut Asrama Latimojong Diperhatikan

Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kota Makassar menggelar aksi peringatan hri pendidikan nasional (Hardiknas) 2017 di depan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (2/5).

KOLAKAPOS, Makassar–Dalam rangka mempertingati hari pendidikan nasional (Hardiknas), Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kota Makassar telah menggelar di depan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (2/5).

Kurang lebih seratus orang anggota Sapma PP Makassar mencoba mendorong pintu pagar, tetapi terus dihalau oleh anggota Sabhara Polda Sulsel. Sehingga pengunjuk rasa terpaksa menutup jalur Jalan Urip Sumoharjo Makassar selama beberapa menit sambil menggelar teaterikal sambil menyampaikan aspirasi yakni pemerintah harus memperhatikan asrama Latimojong, Kota Bogor serta meminta ingin bertemu dengan perwakilan Pemprov Sulsel.
Akhirnya dua perwakil Pemprov Sulsel yakni, Kepala Bagian (Kabag) Pendataan Penertiban dan pengamanan Natsir Azikin dan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perundang-Undangan Biro Hukum Pemprov Sulsel Muh Taufan menemui pengunjuk rasa.
Ketua Sapma PP Kota Makassar Hasrul Kahar dalam menyayangkan tindakan Pemprov Sulsel yang dinilai lambat menemui pengunjuk rasa. Padahal, pihaknya hanya ingin menyerahkan pernyataan sikap, terkait polemik wisma mahasiswa latomojong, Bogor yang saat ini tengah berperkara hukum.
“Kami merasa kecewa kepada pejabar Pemprov Sulsel yang selalu saja tidak mau menerima kami. Padahal kami datang bukan untuk membuat kerusuhan,” kata Hasrul.
Hasrul menyebutkan, Wisma Mahasiwa Latomojong di Bogor, Jawa Barat harus dapat dipertahankan Pemprov Sulsel. Sebab, Wisma tersebut adalah aset Pemprov yang ingin dikuasai oleh mafia tanah.
Terkait hal tersebut, Kabid Perlindungan Perundang-Undangan Biro Hukum Pemprov Sulsel Muh Taufan yang menemui pengunjuk rasa mengaku berada di lokasi saat eksekusi dilakukan. Pihaknya telah melakukan negosiasi kepada Walikota Bogor dan Kapolrestabes Bogor Kota, agar tidak menunda rencana eksekusi. Sebab Pemprov masih melakukan upaya hukum terakhir yakni PK di Mahkamah Agung (MA).
“Upaya hukum PK itu dilakukan setelah Pemprov Sulsel menemukan novum terkait dugaan pemalsuan ahli waris terhadap kepemilikan wisma tersebut,” ucapnya.
Setelah menerima penjelasa tersebut, pengunjuk rasa langsung membubarkan diri menuju ke Flyover Makassar. Tuntutan lain para pengunjuk rasa dalam peringatan Hardiknas 2017 yakni reformasi sistem nasional pendidikan kampus dan setop intimidasi di Perguruan Tinggi.
Sapma PP Kota Makassar juga menaguh janji Gubernur Syahrul Yasin Limpo memberikan beasiswa kepada mahasiswa selama menjadi Gubernur. Selanjutnya, hapuskan kapitalisasi pendidikan dan mencabut aturan drop out terhadap mahasiswa yabg berunjuk rasa. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top