Anggaran Event Rp10 M Diminta Dimaksimalkan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Anggaran Event Rp10 M Diminta Dimaksimalkan

KOLAKAPOS, Makassar–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tegaskan, anggaran event sebesar Rp10 miliar untuk Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar melalui APBD 2017 dapat dimaksimalkan. Khususnya, dapat meningkatkan perekonomian.

“Semoga bukan hanya mempopulerkan dan membuat sensasi, namun bagaimana agar event yang akan dilakukan Dispar berdampak pada perekonomian masyarakat,” tegas anggota komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid.
legislator fraksi PAN itu juga mendorong agar event yang akan dilakukan Dispar dapat membangun kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Makassar. Hal ini, agar tanpa event yang diselenggaran pemerintah wisatawan tetap ada.
“Event ini harus direncakan dengan baik agar mereka yang menjadi peserta terpikat dengan apa yang dimiliki Kota Makassar,”ujarnya.
Anggota Badan Angaran (Banggar) itu menjelaskan, pada 2017 ini sekurangnya sembilan even yang digelar Dispar, antara lain Celebes beauty Fashion Week ( 28 Maret – 2 April) , Jambore Fotografi Nasional (1-2 April) Makassar Culinary Night (8 April), Pekan Film (15-21 April) , Pasar Seni 1 ( 6-7 Mei) , F8 Makassar (6-10 September) , Jejaring Kota Kreatif ( 6-10 September) , Festival Layang-Layang International (9-10 September), dan Makassar Jazz Festival (2 Oktober).
“Hanya di bulan Ramadan kosong, kami berharap anggaran yang digunakan pada sembilan event dapat mendatangkan uang lebih besar lagi,” ucapnya.
Diketahui sejumlah negara yang telah menjajaki kerjasama dengan Pemkot Makassar di bidang pariwisata antara lain Rusia, Australia, Spanyol, Singapura, dan Denmark. Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir, juga berharap agar kerjasama itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Makassar.
“Kita punya modal wisata seperti pulau, kuliner dan tempat bersejarah. Tinggal promosinya perlu ditingkatkan,”pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Makassar, Rusmayani Majid saat ditemui dalam kegiatan diskusi menyatakan akan menggenjot suksesnya festival 2017 ini. Dia berjanji akan mendesain event itu untuk membawa dampak positif. Sebab dibalik rangkaian festival ada banyak keuntungan tersendiri bagi sejumlah obyek wisata.
“Kegiatan itu harus berdampak pada sektor ekonomi seperti jasa penginapan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya,” singkatnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto juga mengatakan, Makassar sebagai salah satu 10 kota branding destinasi pasar mancanegara yang diakui oleh Kementerian Pariwisata . “Sebagai daerah tujuan wisata. Potensi wisata yang ditawarkan Makassar sangat beragam. Mulai dari wisata sejarah, bahari, budaya, kuliner, dan pendidikan,” bebernya.
Fasilitas pendukung kepariwisataan Makassar juga sangat menjanjikan makassar memiliki lima rumah sakit utama, serta 200 hotel berbintang dan non bintang. Jumlah tenaga kerja pariwisata yang tersertifikasi di tahun 2016 mencapai 2.868 tenaga kerja yang melayani 4.6 juta wisatawan nusantara dan 85.644 wisatawan mancanegara.
Selain itu, pariwisata Makassar juga didukung dengan berkembangnya Industri kreatif yang mencapai 3.113 pelaku komunitas. Mereka berkreasi di 436 industri kreatif Makassar.
Pada 2017, lanjut Danny sapaan akrabnya mengatakan pariwisata Makassar berfokus pada pengembangan tujuan wisata yang berdaya saing. Makam Raja – Raja Tallo, Pulau Lae – Lae, Samalona, dan Kodingareng Keke dipilih sebagai objek wisata unggulan.
Berbarengan dengan itu, juga dikembangkan desa wisata Lakkang, dan kampung budaya Paropo. Sepanjang tahun 2017, Makassar akan menjadi tuan rumah 4 event berskala internasional ditambah 18 event pariwisata bulanan yang mulai berjalan sejak Januari. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top