Ternak Asal Soppeng dan Bone Dicekal–18 Angkutan Ternak Terjaring Razia DP2 – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Ternak Asal Soppeng dan Bone Dicekal–18 Angkutan Ternak Terjaring Razia DP2

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abd Rahman Bando.

KOLAKAPOS, Makassar–Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari unsur tenaga teknis kesehatan hewan, anggota TNI, kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar sidak kendaraan pengangkut ternak, Kamis (27/4) dini hari.
Sidak ini difokuskan pada dua titik jalur masuk kendaraan pengangkut ternak yakni di perbatasan Makassar-Gowa dan Makassar-Maros.
Petugas berhasil menjaringsebanyak 18 angkutan (mobil) pengangkut ternak, 4 mobil diantaranya tidak diperkenankan masuk ke Makassar.
Kepala Dinas DP2 Makassar, Abd Rahman Bando, menyampaikan, pihaknya menerjunkan tim pada dua titik untuk melakukan sidak terhadap angkutan ternak yang akan masuk ke wilayah Makassar. Ini sebagai upaya pencegahan masuknya penyakit berbahaya melalui ternak dan bahan pangan yang tidak sehat.
“Tim yang turun melakukan sidak dua titik, yakni di Mandai untuk perbatasan Makassar-Maros dan Tamangapa sebagai perbatasan Makassar-Gowa,” ujar Rahman Bando.
Empat mobil yang ditolak masuk ke Makassar masing-masing 1 mobil di perbatasan Makassar-Maros yang berasal dari Kabupaten Soppeng, 3 mobil di perbatasan Makassar-Gowa yang berasal dari Kabupaten Bone.
Rahman mengatakan, ternak yang masuk ke Makassar selama ini umumnya berasal darisentra produksi ternak yang berasal dari beberapa kabupaten seperti Bone, Wajo, Bulukumba, Maros, Pinrang, Sidrap, Parepare, Soppeng dan Pangkep. Tim gabungan melakukan pemeriksaan dengan mengecek kelengkapan dokumen.
“Untuk hewan ternak hidup, harus memiliki dokumen berupa Kartu Ternak dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan Dinas Peternakan setempat, serta Surat Keterangan Asal Ternak (SKAT) sebagai pengantar yang ditandatangani oleh lurah/desa setempat,” jelasnya. Sementara untuk daging, lanjutnya, harus memiliki surat keterangan RPH/RPU/TPU dari daerah asal, yang dikeluarkan oleh dinas setempat dan ditandatangani oleh dokter hewan. Rahman menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan semakin memperketat masuknya hewan ternak dan daging ke wilayah kota Makassar. Hal tersebut demi memberi rasa aman bagi warga Makassar mengkonsumsi sumber bahan pangan hewani. Saat ini, pihaknya tidak lagi melakukan pembinaan dan peneguran melainkan langsung melakukan penindakan tegas berupa sanksi dan penyitaan. Jika tidak memiliki keterangan jelas atas kepemiliikan dan asal muasal ternak tersebut, maka akan diproses oleh kepolisian yang tergabung bersama tim. Apabila, masih ditemukan kasus berulang oleh oknum yang sama, maka tidak diperkenankan lagi melakukan penjualan ke Kota Makassar. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top