Kemenkumham Musnahkan Barang Sitaan Napi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Kemenkumham Musnahkan Barang Sitaan Napi

PEMUSNAHAN BARANG SITAAN PENGHUNI RUTAN MAKASSAR PADA PERINGATAN HARI PEMASYARAKATAN DI LAPANGAN RUTAN KELAS 1 MAKASSAR.

KOLAKAPOS, Makassar–Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel memusnahkan barang sitaan penghuni rumah tahanan (Rutan), berupa handphone dan alat-alat elektronik lainnya, di lapangan upacara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar, kemarin.
Pemusnahan dilakukan serangkaian peringatan ke-53 hari Bakti Pemasyarakatan yang dihadiri langsung Kepala Kanwil Kemenkumham, Sahabuddin Kilkoda, Kajati Sulsel, Jan Samuel Maringai, dan Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol Andi Takdir Tiro dan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang.
Selain pemotongan tumpeng dan pemusnahan barang sitaan penghuni rutan, Kakanwil Kemenkumham sekaligus melihat dan memantau jumlah penghuni rutan khususnya Rutan Makassar berjumlah 1.700 orang, dengan kapasitas 1.000 orang.
Saat ini jumlah narapidana dan tahanan yang ada di Sulawesi Selatan ternyata terus mengalami peningkatan. Hal ini membuat, kapasitas lembaga permasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) mengalami overkapasitas.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Permasyarakat (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM, di Sulsel tercatat 8.911 tahanan dan napi. sementara kapasitas ruang tahanan yang ada hanya 5.796 orang, atau terjadi overkapasitas 54 persen. Di Sulsel sendiri tercacat 14 unit rutan kelas II B, 4 unit lapas kelas II B, Lapas Kelas I Makassar, Lapas Kelas II B Takalar, Rutan Kelas I Makassar, Lapas Narkotika kelas II A Narapidana Sungguminasa, Lapas Wanita Kelas II A Sungguminasa, Lapas Khusus Anak Kelas II Parepare.
Dari puluhan lapas dan rutan, hanya ada tiga yang tidak overkapasitas yaitu Lapas kelas II A Watampone, Lapas Wanita Kelas II A Sungguminasa dan Rutan Kelas II B Selayar. Sementara untuk lapas dan rutan yang sangat overkapasitas adalah Rutan Kelas II B Jeneponto (300 persen) Rutan Kelas II B Makale (277 persen) dan Rutan Kelas II B Sidrap (268 persen).
Dalam kunjungannya Agus Arifin Nu’mang mengakui jika beberapa lapas dan rutan di Sulsel sudah tak mampu lagi menampung jumlah napi atau tahanan yang ada. Hanya saja untuk penambahan ruang tahanan dan pembangunan lapas menjadi keputusan pemerintah pusat.
“Pusat harus memperhatikan masalah overkapasitas, misalnya saja di sini meski kapasitas sudah dinaikkan dari 700 ke 1000. Namun jumlah tahanan masih mencapai 1700 orang,” kata Agus seusai berkeliling rutan selepas upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 53 tahun di Rutan Kelas I Makassar.
Menurut Agus, kondisi dalam lapas dan rutan harus diperhatikan agar tidak terjadi kericuhan atau kerusahan antar napi. Seperti yang telah terjadi di beberapa lapas yang ada di Indonesia.
“Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pencegahan sejak dini. Seperti kasus narkotika yang mendominasi di rutan ini, kalau kita semua terlibat dalam pencegagahn maka tindak pidana narkotika bisa dikurangi,” jelasnya.
Sementara itu, Sahabuddin Kilkoda menegaskan, pihaknya berupaya penuh dalam melakukan pembinaan terhadap napi dan tahanan.
Salah satunya dengan mengajarkan cara berwirausaha bagi napi, misalnya yang dilakukan di rutan kelas I Makassar. Napi diajarkan cara membuat roti dan teknik bertukang meubel.
Pihaknya juga, terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas barang yang masuk ke dalam sel atau tahanan. hal ini untuk mencegah masuknya narkoba dan telepon seluler.
“Kami sudah bentuk satgas dan rutin dilakukan sidak ke sel. Masalahnya kami memang melakukan pemeriksaan secara manual karena kami tak punya alat canggih seperti punya BNN,” ungkapnya. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top