230 Penderita Kusta sudah Empat Bulan tak Terima Bantuan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

230 Penderita Kusta sudah Empat Bulan tak Terima Bantuan

BKM/RAHMA AMRI PERTANYAKAN--PENDERITA DAN EKS KUSTA DATANGI KANTOR GUBERNUR SULSEL, KEMARIN. MEREKA MEMPERTANYAKAN PENCAIRAN BANTUAN HIBAH SETIAP BULAN.

KOLAKAPOS, Makassar–Sebanyak 230 warga ORW 04 Jongaya, Kelurahan Balang Baru yang merupakan penderita dan eks penderita kusta mendatangi Kantor Gubernur Sulsel.

Dengan menggunakan angkot dan motor, mereka mempertanyakan lambannya pencairan Bantuan Hibah Penderita dan Mantan Penderita Kusta. Seharusnya, mereka menerima bantuan setiap bulan senilai Rp125 ribu per orang. Dengan jumlah penerima sebanyak 400 orang.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat ORW 04, Nurdin Dini, bantuan itu sebelumnya dikelola Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Sudah empat bulan bantuan tersebut belum diterima. “Baru kali ini pemberian bantuannya bersoal, ” ungkap Nurdin.
Warga lainnya, Dg Se’re mengatakan, seharusnya Pemprov Sulsel tidak menunda-nunda pencairan tersebut karena ini persoalan perut. Dia sangat menyesalkan kenapa bersoal seperti sekarang.
“Ini perut tidak bisa sabar Pak. Jangan ditunda-tunda lagi. Cepat direalisasikan,” ungkap Dg Se’re sambil menggebrak meja.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Perhimpunan Mandiri Kusta (Permata), Alkadri, menjelaskan, penerima bansos ini terpaksa ke kantor gubernur karena mereka sudah tak tahan. Tak hanya terlambat, jumlah Rp125 ribu perbulan perkepala sangat kurang.
“Pemerintah mengatakan ini bantuan hidup, tapi malah ditahan selama empat bulan, padahal ini urusan perut. Kalau hanya Rp125 ribu perbulan, sangat jauh dari angka cukup,” katanya.
Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Penanganan Konflik Badan Kesbangpol, Erwin Werianto mengaku sangat mengerti perasaan para penderita dan eks penderita kusta. Dia berharap mereka bisa bersabar karena informasi yang diperoleh jika pencairan dana tersebut sementara diproses. Setelah data penerima diserahkan dari Dinas Sosial ke BPKD.
Sementara itu, Kepala Seksi Dukungan Teknis Bidang Anggaran BPKD, Ponimin mengakui keterlambatan proses pembayaran dikarenakan data yang terlambat. Di mana data tersebut diterima pihaknya pertengahan Februari, kemudia dilanjutkan dengan proses verifikasi dan validasi.
“Belum lagi ada yang tidak memiliki nomor rekening. Ini kami harus koordinasikan dengan Dinsos dan BPD Sulselbar. Kita usahakan paling cepat hari Jum’at ini sudah dicairkan ke rekening masing-masing penerima,” jelasnya.
Pihaknya akan melakukan proses pencairan untuk dua triwulan sekaligus. BPKD tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 juta untuk pembayaran bantuan hibah selama enam bulan.
Usai mendapat penjelasan dari perwakilan BPKD dan Dinsos, ratusan penderita kusta ini meninggalkan kantor gubernur. Mereka berharap minggu ini bansos tersebut segera dicairkan. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top