Prediksi Support dan Resistance IHSG Pekan Ini – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Prediksi Support dan Resistance IHSG Pekan Ini

KOLAKAPOS, Jakarta–Indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar saham Indonesia pada awal pekan ini diperkirakan bergerak di rentang level 5.160–5.315.

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 4,392 poin (0,083 persen) ke level 5.308,126.

Sedangkan nilai tukar rupiah berdasar kurs tengah BI melemah ke level 13.337 per USD.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melanjutkan kerja sama bilateral swap arrangement (BSA) atau pertukaran mata uang rupiah dengan dolar AS dengan Bank of Japan (BoJ).

Kemitraan untuk mengatasi kesulitan likuiditas itu senilai USD 22,76 miliar atau setara Rp 302,84 triliun.

Dalam kerja sama tersebut, BoJ bertindak sebagai agen Kementerian Keuangan Jepang.

Perpanjangan kerja sama itu dilakukan kemarin dan berlaku selama tiga tahun. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyebut kerja sama kali ini merupakan perpanjangan dari BSA yang ditandatangani pada 12 Desember 2013.

Perjanjian yang sama dimulai dan kali pertama ditandatangani pada 17 Februari 2003 serta sudah beberapa kali diamandemen dan diperpanjang.
’Kesepakatan untuk memperpanjang kerja sama BSA ini merupakan wujud nyata dari penguatan kerja sama keuangan antara kedua negara,’’ ungkap Agus.

Kerja sama itu juga merupakan komitmen kedua otoritas untuk menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih terus berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Bagi Indonesia, BSA merupakan pertahanan kedua likuiditas valas setelah cadangan devisa.

Kerja sama BSA dinilai memungkinkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan di kawasan serta melengkapi jaring pengaman keuangan yang telah ada, baik di tingkat regional maupun global.

Langkah BI diharapkan mendapat respons positif dari pasar, terutama pelaku di pasar saham Indonesia, pada pekan ini.

Research Analyst PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, beberapa data ekonomi akan menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini.

Dari dalam negeri, di antaranya data aktivitas ekspor impor, neraca perdagangan, tingkat suku bunga, dan pertumbuhan pinjaman.

’’Neraca perdagangan diperkirakan berkurang hingga di level USD 0,75 miliar dari USD 1,21 miliar dengan ancaman tumbuhnya aktivitas impor menjelang akhir tahun,’’ ungkapnya kemarin.

Pada perdagangan Jumat (21/4) lalu, saham ASII ditutup menguat Rp 575 per saham (6,71 persen) menjadi Rp 9.150 per saham.

Bila dibandingkan dengan posisi pada 21 April 2016, saham ASII telah menguat 27,49 persen.

Positifnya kinerja ASII didongkrak penjualan Daihatsu dan Toyota yang naik 26,8 persen secara year-on-year (yoy). (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top