Volume Ekspor Indonesia Tak Sebanding Impor – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Volume Ekspor Indonesia Tak Sebanding Impor

KOLAKAPOS, Jakarta–Pasar utama ekspor hasil pertanian Indonesia masih dipegang Tiongkok.

Hingga akhir 2016, volume hasil pertanian yang diimpor Tiongkok lewat pelabuhan Tanjung Perak mencapai 806.425 ton.

Jumlah tersebut adalah 50 persen dari total hasil pertanian yang diekspor.

Meski demikian, pasar ekspor hasil pertanian Indonesia terus meluas dari tahun ke tahun.

Tercatat, Indonesia berhasil melakukan ekspor ke 130 negara pada 2015 dan bertambah menjadi lebih dari 150 negara pada 2016.

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Teknik Balai Karantina Tumbuhan Surabaya Muhab Arifin menyatakan, mayoritas negara pengimpor berasal dari Afrika.

Dia menjelaskan, tahun ini pasar ekspor Indonesia diprediksi bisa diperluas.

Sebab, frekuensi permintaan ekspor setiap tahun bertambah.
Komoditas ekspor terbesar hasil pertanian Indonesia adalah minyak goreng dan kelapa sawit.

Komoditas unggulan tersebut sering dikirim ke negara-negara Afrika dan Asia Timur dengan frekuensi permohonan lebih dari seribu kali.

Volume minyak goreng dan kelapa sawit yang melewati Tanjung Perak sudah lebih dari 790 ton.

Jumlah itu hampir 50 persen dari total hasil pertanian yang diekspor.

Sayang, volume ekspor Indonesia masih jauh lebih kecil daripada impor.

Menurut Muhab, volumenya mencapai 1:5. Komoditas paling dominan adalah gandum, jagung, dan kedelai.

’’Rata-rata volume ekspor per tahun mencapai 1,5 juta ton, sedangkan impornya enam juta ton,’’ kata Muhab kepada Jawa Pos.

Hingga kini, Indonesia masih menjadi negara pengimpor gandum dengan volume yang cukup tinggi.

Tercatat, lebih dari dua juta ton gandum masuk ke Indonesia setiap tahun.

Gandum tersebut diimpor dari Argentina, Australia, Brasil, Bulgaria, Tiongkok, Kanada, Latvia, Moldova, Prancis, Amerika Serikat, Ukraina, dan Uruguay.

’’Gandum sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan dan pakan ternak,’’ ungkapnya.

Namun, ada beberapa komoditas yang volume impornya turun seperti beras, buah naga, dan durian.

Bahkan, Muhab menyampaikan, pihaknya belum pernah mendapat permohonan impor selama triwulan pertama tahun ini.

Penurunan volume impor tiga komoditas itu didorong meningkatnya produksi domestik. (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top