Situs Makam Bersejarah Terlantar – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Situs Makam Bersejarah Terlantar

KOLAKAPOS, Makassar–Pemerintah Kota Makassar dinilai kurang memiliki perhatian terhadap keberadaan tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar. Hal itu diketahui ketika para pemain film Maipa Deapati dan Datumuseng yang dipimpin Produser Film Maipa Deapati dan Datumuseng Zulkifli Gani Otto meluangkan waktu untuk menyambangi situs makam yang diketahui adalah Makam Datu Museng yang berada di Jalan Datu Museng.
Dimana kunjungan yang dilakukan para pemain film yang di produksi Fajar Multi Film, melihat sekitar makam sudah cukup banyak lapak-lapak dan bahkan nyaris menutup bangunan makam Datu Museng. Kondisi tersebut sontak menjadi perhatian bagi para pemain Maipa Deapati dan Datumuseng khususnya produser hingga memutuskan untuk menyampaikan secara langsung kepada Wali Kota Makassar agar makam Datu Museng mendapat perhatian yang layak dan terus terjaga.
“Beberapa waktu lalu kita berkunjung ke Makam Datu Museng, kami lihat disekitar sudah banyak penjual-penjual dan bahkan nyaris menutup makam. Kami harap Pemerintah Kota Makassar dapat memperhatikan apa yang ada di Makassar seperti situs makam bersejarah dan budaya khususnya makam Datu Museng,” ujar Zugito di Baruga Anging Mammiri, Rujab Walikota Makassar dikegiatan Ramah Tamah, Minggu (16/4) lalu.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Abdullah Bau Sawa memastikan pemeliharaan tempat sejarah dan budaya termasuk situs makam yang di Kota Makassar di tahun ini belum dapat realisasikan. Dimana Dinas Kebudayaan Kota Makassar masih menunggu keputusan dari DPRD Kota Makassar terkait dengan usulan anggaran yang telah diajukan.
“Kita masih tunggu keputusan dari dewan, apakah di tahun ini anggaran yang telah kita usulkan direalisasikan atau belum. Kalau belum berarti tahun depan baru kita bisa jalankan program,” katanya.
Dia menambahkan, pemeliharaan tempat bersejarah di Makassar telah masuk dalam program Dinas Kebudayaan Kota Makassar, diantaranya pemeliharaan makam Datu Museng dan Raja-raja Tallo. Namun untuk di tahun ini, program yang dihadirkan belum ada yang dijalankan dengan alasan terkendala pada anggaran.
“Semua tempat-tempat sejarah masih dalam pendataan. Target bulan ini semuanya rampung tinggal di jalankan saja. Kalau anggaran ditahun ini direalisasikan, kita jalan dan untuk jumlahnya tergantung dari berapa anggaran yang ada. Tapi kalau kami target untuk pertama dua situs makam dulu seperti Datu Museng dan Raja-raja Tallo. Dan ini tergantung pada anggaran saja,” tutupnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top