Polres Muna Terjunkan Anjing Pelacak–Selidiki Pembunuh Nenek Tanpa Busana – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

Jazirah Sultra

Polres Muna Terjunkan Anjing Pelacak–Selidiki Pembunuh Nenek Tanpa Busana

Polisi dibantu Anjing Pelacak saat menyusuri jejak-jejak pelaku pembunuh Waode Faisa (65).FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Pasca ditemukan mayat seorang wanita paruh baya Waode Faisa (65) di dalam rumahnya yang terletak di lorong Kancil, kelurahan Watonea, kecamatan Katobu, kabupaten Muna, Senin (17/4) lalu, rupanya hingga saat ini kemarin siang polisi belum juga dapat mengantongi identitas pelaku pembunuh wanita pensiunan ASN Pemkab Muna itu. Maka, guna melancarkan pelacakan jejak pelaku yang tersimpan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi terpaksa menerjunkan anjing pelacak terlatih untuk membantu melacak dan mengendus jejak yang ditinggalkan pelaku di sekitar TKP.
Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta mengatakan, satu ekor anjing pelacak tersebut didatangkan dari Polda Sultra untuk membantu Satreskrim Polres Muna yang masih melakukan olah TKP di rumah korban. “Tadi (kemarin, red) subuh, sampai saat ini (siang, red) kita lakukan oleh TKP lagi, gabungan dengan dari Polda. Termasuk mendatangkan anjing pelacak dari Polda, karena di dalam (rumah, red) ada jejak kaki dan saat ini masih berlangsung kegiatan olah TKP,” terang Yudith pada awak media saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa siang.
Lanjut pria tegap berpangkat dua bunga melati di pundak ini mengatakan, dugaan awal kepolisian motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran identitas pelaku diketahui oleh korban. Kendatipun tewasnya wanita paruh baya ini tanpa busana, Yudith memastikan tidak ada tanda-tanda perbuatan pemerkosaan terhadap korban. “Tidak ada laporan diperkosa. Itu (korban Waode Faisa, red) kan dibungkus seperti disembunyikan, diikat, mulutnya disumpal. Tidak ada dugaan pemerkosaan,” tegasnya.
Selain itu, Yudith menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi yang melakukan pengerjaan renovasi rumah korban. Yakni delapan orang tukang bangunan dan satu orang tukang masak Wa Bobi yang pertama kali menemukan korban.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Kolaka Pos, nenek 65 tahun ini diperkirakan meninggal akibat pukulan benda tajam di dahi dan tusukan benda tajam di rahang sebelah kiri. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil visum RSUD Muna di tubuh korban dimana terdapat luka tusuk benda tajam di bagian rahang bawah sebelah kiri, terdapat luka robek di dahi tengah panjang 5 cm dan dalam 1 cm dan luka robek di bagian bibir bawah sebelah kanan serta terdapat lebam di mata sebelah kiri korban. Selain itu, ditubuh korban juga ditemukan tali rafia warna merah, kabel telepon warna hitam dan celana kain panjang yang dililit di leher korban, tangan korban diikat dengan menggunakan sumbu kompor, pergelangan kaki korban diikat dengan kain serbet pencuci mulut, paha korban dilingkari kain horden dan badan korban dibungkus sarung serta korban tidak mengenakan celana luar maupun dalam. Tidak hanya itu, Kolaka Pos juga berhasil mengumpulkan daftar nama-nama yang bekerja di rumah korban, bahkan mereka sudah diperiksa sebagai saksi di Polres Muna, yakni kepala tukang Kosli, Aksa, Laode Hadai, Arifudin, Silamia, La Habo, Ardas, Muh. Alim dan Wa Bobi. (m1)

Click to comment

The Latest

To Top