Disdik akan Tindaki Sekolah Nakal – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Disdik akan Tindaki Sekolah Nakal

KOLAKAPOS, Makassar–Dinas Pendidikan Sulsel akan melakukan validasi data setiap SMA/SMK di seluruh kabupaten/kota untuk mengetahui kondisi sekolah yang ada.
Melibatkan seluruh pengawas sekolah yang ada, Disdik mulai akan melakukan pendataan di SMA/SMK se-Kota Makassar akan berlangsung selama sepekan.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, tiap data yang dimiliki SMA/SMK harus sesuai data pokok pendidikan (Dapodik). Melalui Pekan Integritas, pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel diturunkan untuk memvalidasinya. Jika tidak sesuai, sekolah bisa diberi sanksi.
Dia menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan standar integritas sekolah menjadi lebih baik.
“Kita diagnosa kekurangan sekolah. Jika salah, diperbaiki. Selanjutnya, tim akan melakukan pembinaan dengan maksimal,” tuturnya.
Seluruh data yang dimiliki sekolah, seperti jumlah siswa, guru, ruangan, dan dana BOS harus sesuai dengan dapodik. Jika tidak sesuai, sekolah itu akan dievaluasi.
“Sekolah yang tidak mengikuti Pekan Integritas akan diberi sanksi. Jika tidak mengubahnya, sanksi hingga penundaan transfer dana BOS,” tegas dia.
Koordinator Pengawas Disdik, Nur Laely Basir mengungkapkan, validasi dilakukan oleh tim pengawas hingga satu pekan ini. Jumlah tenaganya 309 orang, khusus Makassar berjumlah 52 orang.
“Tiap pengawas mengawasi tujuh sekolah,” sebut dia.
Pekan Integritas dimulai dari Makassar. Jika sudah rampung, akan dilanjutkan ke daerah-daerah. Pengawasan itu tentu menjadi agenda rutin Disdik tiap tahun.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto melakukan pemantauan pelaksanaan hari pertama USBN untuk tingkat SMP di Makassar, Senin (17/4).
SMP Athira yang terletak di Jalan Kajaolalido menjadi tempat Danny sapaan akrab wali kota melakukan pemantauan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar dan Camat Ujung Pandang, Andi Zulkifli Nanda.
Dalam pantauannya, Danny menyempatkan melihat peserta ujian yang mengerjakan soal ujian Pendidikan Agama Islam. Orang nomor satu di Kota Makassar menyebut ujian yang dilakukan saat ini memiliki integritas sangat tinggi. Dimana para peserta mendapat soal ujian yang berbeda. “Peluang bertukar jawaban dan mendapatkan kunci jawaban sangat kecil. Tingkat kejujurannya juga sangat tinggi,” sebutnya.
Dalam kunjungannya, Danny melihat pelaksanaan ujian di SMP Athira berlangsung lancar dengan pengawasan dari para guru di tiap ruangan. Pengisian soal yang dilakukan dengan menggunakan komputer, para siswa terlihat tidak memiliki kendala.
“Ada 23.155 pelajar Makassar mengikuti USBN 2017 secara serantak hari ini dengan sekitar 255 SMP dan MTS di Makassar yang tergabung 215 sekolah negeri dan swasta dan 40 MTS,” ucapnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top