Pemkot Akan Sikat Penimbun Kebutuhan Pokok – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pemkot Akan Sikat Penimbun Kebutuhan Pokok

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Meski Bulan Suci Ramadan masih satu bulan lebih, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan mulai mewanti-wanti oknum pengusaha yang akan menimbun dan memainkan harga barang kebutuhan pokok.

Bahkan, Pemerintah Kota Makassar akan memberikan sanksi tegas kepada pengusaha berupa pencabutan izin usaha. Rencananya, dalam waktu dekat, Disdag Kota Makassar akan turun melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional dan minimarket.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Muh Yasir kepada BKM, Rabu (12/4) mengatakan, operasi pasar yang akan dilakukan Disdag bukan hanya dilakukan pada saat menjelang ramadan saja. Tetapi operasi pasar telah menjadi tugas rutin Disdag untuk memberikan rasa nyaman dan aman terhadap masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional, apakah layak dikonsumsi dengan harga yang stabil.
Apalagi aksi penimbunan sembako dan kenaikan harga bisa saja terjadi menjelang ramadan yang dilakukan oknum pengusaha dan pedagang yang tentu sangat merugikan konsumen. Olehnya itu, apa yang dilakukan mereka, ujar Yasir harus segera tindaki guna memberikan efek jeraterhadap pelaku dan memberikan contoh kepada pelaku usaha atau pedagang lainnya.
“Saya masih berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinkes Makassar, Ketahanan Pangan serta PD Pasar Makassar Raya yang kemudian dilanjutkan dengan mengajukan surat untuk turun bersama melakukan operasi pasar. Pekan ini kami pasti sudah ajukan surat ke pihak terkait,” kata Yasir.
Lebih jauh, ujar Yasir, operasi pasar akan dilakukan dalam waktu dekat, Disdag Kota Makassar telah membidik beberapa pasar yang akan dikunjungi diantaranya Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Panakkukang dan Pasar Sambung Jawa. Ketika operasi pasar dan ditemukan adanya pedagang yang mencoba bermain curang dengan menimbun sembako dan menaikkan harga, maka Disdag Kota Makassar akan mengambil sikap dengan melapor ke pihak Kepolisian.
“Ada yang terindikasi curang, kita tindaki dengan cara melaporkan ke pihak Kepolisian. Itu kami lakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman untuk masyarakat yang datang berbelanja di pasar tradisional serta memastikan stok kesediaan bahan makanan masih cukup dan harga di pasaran juga stabil,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam juga siap melakukan operasi pasar bersama pihak terkait demi menciptakan pasar sehat, nyaman dan aman untuk pengunjung dalam pasar. Dimana dirinya akan menurunkan petugas dari PD Pasar Makassar Raya memantau aktifitas pedagang untuk mencegah adanya penimbunan sembako.
“Kita siap turun melakukan operasi pasar. Sehingga masyarakat yang berada dalam pasar bisa nyaman dan aman berada dalam pasar,” tutupnya.
Sementara itu, pantauan BKM di sejumlah pasar, beberapa harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik terutama harga bumbu dapur. seperti yang dikeluhkan beberapa pedagang di Pasar Pabaeng Baeng yang mengeluhkan kurangnya pasokan dan mahalnya biaya transportasi menjadi alasan mahalnya harga sayur buah, seperti harga tomat buah yang dijual dengan harga Rp15 ribu perkilonya dan tomat biasa Rp20 ribu perkilo, cabe besar Rp25 perkilo, cabe pedas (kecil) Rp70 ribu perkilonya.
Untuk Bawang merah (kecil) Rp15 ribu untuk setengah kilonya, bawang merah (besar) Rp20 setengah kilo, bawang putih Rp40 ribu perkilo, wortel Rp15 ribu perkilo.
“Yang naik terus menerus itu harga tomat dari Rp8 ribu naik Rp15 ribu, wortel dari Rp8 ribu naik menjadi Rp15 ribu perkilo, yang lebih mengejutkan bawang putih naik terus kemarin Rp38 ribu satu kilo sekarang Rp40 ribu,” ungkap Inna salah satu pedagang di Pasar Pabaeng Baeng.
Harga tersebut tidak jauh berbeda dengan harga di Pasar Terong Makassar. Hanya saja harga di Pasar Terong lebih sedikit murah, seperti harga jeruk nipis Rp1.000 untuk tiga buahnya, sedangkan di Pasar Pabaeng Baeng Rp500 perbuahnya.
” Harga wortel Rp15 sampai Rp18 ribu perkilo sebelum ramadan. Memasuki ramadan akan terus naik hingga Rp20 ribu perkilonya. Kalau bawang putih naik terus terutama kebutuhan bawang putih juga banyak permintaan, cabe keriting Rp30 ribu perkilo,” keluh Sardi salah satu pedagang pasar Terong.(bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top