Nyolong Motor 20 Kali, Akhirnya Tertangkap – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Nyolong Motor 20 Kali, Akhirnya Tertangkap

Pelaku curanmor diborgol. Foto/ilustrasi: dokumen Radar Jogja

KOLAKAPOS, Surabaya–Dua pelaku pencurian sepeda motor akhirnya tertangkap setelah 20 kali beraksi.

Keduanya adalah Haries Sudarmono, 28, dan Moch. Romadhoni, 32.

Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut terjaring Operasi Bina Kusuma yang dilakukan jajaran Polsek Simokerto.

Haries dan Romadhoni bukan penjahat amatiran. Mereka juga tergabung dalam komplotan Habibi cs yang diringkus Polsek Dukuh Pakis akhir Maret lalu.

Penangkapan Haries dan Romadhoni bermula saat keduanya membeli sabu-sabu di Jalan Kunti pekan lalu.

Mereka membeli paket hemat seharga Rp 200 ribu. Setelah mengantongi serbuk haram itu, keduanya pergi ke kawasan Kalijudan.

Mereka tidak menyadari sedang dibuntuti petugas.

Polisi akhirnya mencegat keduanya di Kalijudan. Setelah digeledah, mereka tidak bisa mengelak bahwa baru saja melakukan transaksi narkoba.

Haries dan Romadhoni lantas digiring ke Mapolsek Simokerto.

Nah, berdasar pemeriksaan dan pengembangan penyidikan perkara, polisi mendapatkan informasi bahwa keduanya pernah mencuri motor di beberapa tempat.

Menurut Haries, dirinya biasa beraksi bersama komplotan Habibi yang beranggota tujuh orang di kawasan Dukuh Pakis.

Kedua pelaku ternyata telah lama bergabung dengan komplotan Habibi.

Haries mengaku telah menggasak lebih dari sepuluh motor. Motor curian tersebut dijual ke Madura.

Dia menyebutkan, sudah ada beberapa jaringan penadah yang siap menerima motor-motor curiannya.

”Saya yang sering beraksi bareng mereka (Habibi cs, Red),” tuturnya.

Namun, Haries hanya beberapa kali mengajak Romadhoni.

Kedua tersangka pernah terlibat curanmor sebanyak 10 kali di kawasan Dukuh Pakis, 5 kali di Simokerto, 3 kali di Sidoyoso, serta masing-masing 1 kali di Kapasari dan Granting.

Haries dan Romadhoni cukup beruntung karena polisi tidak sampai menghadiahi timah panas.

Tidak seperti rekan sekomplotan mereka yang dibekuk Polsek Dukuh Pakis.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 0,3 gram sabu-sabu yang belum habis diisap.

Menurut Kapolsek Simokerto Kompol Muhammad Haris, kedua tersangka biasa mengonsumsi sabu-sabu sebelum mencuri motor.

Di bawah pengaruh narkoba, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik motor dan penjaga toko itu mengaku lebih percaya diri.

Sebelumnya, polisi meringkus tujuh orang yang tergabung dalam komplotan Habibi.

Tiga orang di antaranya dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur.

Masing-masing anggota komplotan punya peran berbeda saat beraksi.

Setelah menangkap komplotan Habibi plus Haries dan Romadhoni, kini polisi masih punya pekerjaan rumah.

Yakni, memburu jaringan penadah asal Madura. Nama penadah tersebut sudah dikantongi.

Polisi mendapatkannya setelah membekuk Rudi Sugiantoro, spesialis pembobol gembok gerbang rumah dan motor. (mir/c7/fal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top