Pemkot Kejar 491 Fasum-Fasos – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pemkot Kejar 491 Fasum-Fasos

KOLAKAPOS, Makassar–Sebanyak 491 fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum fasos) kini sementara dikerja Pemerintah Kota Makassar. Langkah tegas pun diambil agar para pengembang bisa menyerahkan fasum fasos tersebut.
”Kita sekarang tengah mengejar fasum fasos itu. Kalau sampai tiga kali dipanggil dan pengembang belum juga menyerahkannya, kita serahkan ke kejaksaan untuk diproses hukum,” kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pada launching Jaksa Samboritta Jilid II di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Minggu (9/4).
Penegasan Danny –sapaan karib wali kota– disampaikan di depan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar Dicky Rachmat Rahardjo yang juga hadir dalam acara tersebut.
Wali kota memberikan tugas kepada pejabat teknis di lingkup pemkot, terutama di kecamatan dan kelurahan untuk aktif dan gencar mendata fasum fasos yang ada di wilayahnya masing-masing. Khususnya yang belum diserahkan ke pemkot atau masih dikuasai pihak lain.
Menurut Danny, pendataan dan laporan setiap pejabat pemerintah kecamatan dibantu kelurahan, sangat kerja panitia khusus pencari fasum dan fasos yang saat ini begitu gencar melakukan penyelamatan.
“Saya mau kita data fasum dan fasos yang ada di wilayahta. Karena pemerintah kota saat ini gencar menyelamatkan fasum dan fasos yang masih dikuasai pihak lain,” kata Danny.
Dia menginstruksikan kepada seluruh aparat pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan untuk segera melayangkan surat penyerahan fasum dan fasos ke pihak yang masih menguasai. Ketika surat sudah dilayangkan sebanyak tiga kali dan tidak mendapat respon, maka Danny tidak segan mengambil sikap tegas dengan mengambilnya secara paksa. Tentunya melibatkan aparat penegak hukum.
Dihubungi terpisah, kemarin sore, Wakil Ketua Pansus Pencari Fasum Fasos DPRD Makassar Basdir, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemanggilan terhadap dan pengusaha. Jumlahnya kira-kira 20-an. Semuanya datang dan memenuhi panggilan pansus.
“Sejauh ini tidak ada yang tidak menghadiri panggilan kita, karena kita bersikap tegas ke mereka. Hanya ada beberapa yang menunda. Tiga kali pemanggilan mereka tidak hadir, kita sudah libatkan kejaksaan untuk bertindak,” kata Basdir.
Legislator Fraksi Demokrat ini menuturkan, pihaknya telah bersepakat dengan walikota untuk bertindak tegas terhadap para pengembang. Baik terkait aset yang dikuasai pihak ketiga maupun yang diserobot.
“Kita sudah beritahukan, jika tidak mau kembalikan apa yang menjadi milik pemerintah, kita akan menempuh jalur hukum. Wali kota sudah setuju. Itu sudah dibuktikan dengan pansus melakukan pembongkaran beberapa hari lalu. Itu karena sudah bertahun-tahun tidak memenuhi panggilan DPRD. Jadi kita bongkar paksa. Pansus siap jika dituntut,” tandasnya.
Di sisi lain, hingga saat ini pemkot terus melakukan pendataan terhadap pengembang yang menyerahkan fasum fasos. Dari pendataan sejak 2006-2014, ada 300-an kawasan perumahan. Yang menyerahkan baru 18 pengembang.
Sebelumnya, Ketua Pansus Pencari Fasum dan Fasos Abdul Wahab Tahir, membeberkan bahwa sejak pansus terbentuk, pihaknya bertemu dengan kepolisian dan kejaksaan sebagai bagian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Makassar. Dalam pertemuan tersebut Pansus bersepakat dan meminta agar Forkopinda, utamanya pihak kepolisian dan kejaksaan bisa mendampingi pansus dalam setiap pembahasan.
Keterlibatan mereka dalam pansus pencarian fasum fasos, dinilai Wahab sangat penting. Agar ke depan pansus memiliki legitimasi untuk memanggil paksa pihak-pihak yang memiliki kaitan hilangnya sejumlah aset pemkot. Apalagi jika ke depan ada pejabat ataupun pengusaha yang terlibat.
“Selama ini kita hanya dianggap sekadar menggertak kepada pengusaha. Karena itu kita libatkan Forkopinda,” kata Wahab.
(bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top