Gaji Guru Dirampok, Rp200 Juta Raib – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Gaji Guru Dirampok, Rp200 Juta Raib

DIRAWAT: Bendahara SMK Teknologi YPL Lirik, Teguh dirawat intensif di RSUD Indrasari Rengat, Ahad

KOLAKAPOS, Riau–Uang gaji dan honor milik guru-guru di SMK Teknologi YPL Lirik, Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu sekitar Rp200 juta diduga dirampok. Di mana uang gaji dan honor lainnya saat dirampok masih bersama bendahara sekolah Teguh (35).

Akibat aksi perampokan yang diduga dilakukan dua orang tidak dikenal itu, paha korban yang juga warga Kembang Harum, Kecamatan Pasir Penyu mengalami luka tusuk sebelah kanan. Bahkan saat ini korban harus dirawat intensif di RSUD Indrasari Rengat setelah dirujuk dari Puskesmas Lirik.

Korban ketika dikonfirmasi di RSUD Indrasari Rengat diruang VIP mengatakan, bahwa, kejadian yang dialaminya terjadi di rumah orangtuanya di Lirik pada Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

‘’Istri saya sedang mengikuti pelatihan di Padang. Sehingga malam itu saya tidur di rumah orangtua,” ujarnya.

Sebelum gaji dan honor panitia ujian nasional dan ujian akhir sekolah guru, sempat diberitahukannya melalui group WhatsApp (WA). Di mana dalam group WA tersebut berisikan para guru di SMK Teknologi yang berjumlah sekitar 55 orang lebih.

Jelang paginya atau saat tidur di rumah orangtua, korban sempat sulit tidur. Susah tidur pada malam itu, sempat juga dibuat statusnya di group WA. Bahkan ada di antara anggota grup yang menanggapi. ‘’Tidak seperti biasanya, malam itu saya baru bisa tidur sekitar jam 03.00 WIB,” ungkapnya.

Ketika paginya jelang pergi sekolah menyempatkan untuk mengihutung uang tersebut. Di mana korban memisahkan antara masing-masing gaji dan honor guru yang ada.

Tidak diketahui secara pasti, apakah korban dibuntuti oleh dua orang pelaku. Sehingga ketika berada sendiri di rumah, korban dirampok hingga ditusuk pahanya sebelah kanan oleh salah seorang pelaku. Parahnya lagi, warga disekitar tempat tinggal orangtuanya kebetulan sedang sepi. Sehingga kalaupun berteriak tidak mungkin didengar orang lain.

Korban yang sudah tidak bisa berbuat banyak setelah pahanya ditikam, uang senilai lebih kurang Rp200 juta yang sudah dimasukkan ke dalam tas plastik hitam yang berada di atas meja ruang tamu berhasil dibawa orang pelaku. Bahkan di luar rumah juga terdengar suara pelaku lainnya yang menyarankan cepat kabur.

Sementara korban yang mengerang kesakitan berupaya menghubungi rekannya Doni. Karena sebelumnya pada pagi itu sempat mampir di rumahnya. ‘’Tidak berapa lama kemudian, Doni datang dan membawanya ke Puskesmas dengan posisi pisau masih berada di paha korban,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala SMK Teknologi YPL Lirik Puguh SP membenarkan adanya dugaan perampokan yang dialami bendaharanya. ‘’Korban dirawat akibat luka dibagian paha akibat dugaan perampokan yang dialaminya,” sebutnya.

Memang sebutnya, sesuai rencana pada Sabtu akan dibayarkan gaji bulan April untuk 50 orang guru lebih disekolahnya. Selain gaji juga akan dibayarkan honor lainnya berupa honor panitia ujian nasional. Untuk gaji bulan April saja sambungnya, sekitar Rp 70 juta. ‘’Ada honor lainnya yang akan dibayarkan,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni SIK ketika ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrik AKP Andrie Setiawan SH Sik membenarkan atas kejadian itu. ‘’Benar ada dugaan perampokan dan saat dan saat ini dalam lidik,” ujarnya singkat.(jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top