Soal Parkir, Dewan Panggil Dua pengelola Mal – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Soal Parkir, Dewan Panggil Dua pengelola Mal

Bkm/parkir

KOLAKAPOS, Makassar–Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terhadap aktifitas perparkiran di dua mal yakni Mal Panakukang dan Mal Ratu Indah, anggota DPRD Kota Makassar menjadwalkan pemanggilan kedua pengelola mal tersebut.

Pemanggilan yang dilakukan pada Rabu (12/4) mendatang, untuk mengetahui kondisi sebenarnya yang ada di dua mal sehingga dikeluhkan masyarakat.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, H Yunus mengatakan banyak laporan yang masuk di dewan terkait kegiatan memarkirkan kendaraan oleh petugas valet yang ada di dua mal.
“Dari laporan masyarakat menjadi bahan kami untuk menjadwalkan pemanggilannya pada pekan depan. Pemanggilan itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi baik itu dari sisi service atau pelayanan, biayanya yang mahal dan berapa retribusinya perbulan,” ungkapnya saat di temui di ruangan Komisi B DPRD Makassar.
Legislator Fraksi Hanura ini juga menuturkan, untuk biaya penggunaan valet pun tergantung kebijakan dari pengelola gedung yang bersangkutan, namun dalam penentuannya terkadang tidak sesuai dengan biaya dan service yang diberikan.
“Kita minta klarifikasi pengelola mal, termasuk kontribusi yang masuk ke Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Irwan Djafar jugamengatakan, manajemen Mal Panakkukang dan MaRI mestinya mensosialisasi dulu sebelum menerapkan parkir valet, Sebab konsumen banyak yang mengeluhkan hal tersebut.
“Kita sudah jadwalkan minggu depan, ini dilakukan karena kita melihat fasilitas parkir valet, jangan langsung terapkan tanpa sosialisasi,” katanya.
Legislator Fraksi Nasdem ini juga mencontohkan di kota lain, parkir valet memberi pelayanan ekstra kepada pengunjung hotel, mal ataupun restoran. Mobil pengunjung akan diparkirkan oleh petugas valet.
“Biasanya seperti itu kita titip kunci dan akan diparkirkan oleh petugas dan jika pulang ditempatkan yang sama, ini tidak kita yang ambil dan jika disuruh lama sekali sedangkan servicenya mahal,” tutupnya.
Sekadar diketahui, sejumlah pemilik kendaraan roda empat mengeluhkan tarif parkir yang disediakan pihak pengelola di Mal Panakukang.
Pasalnya, lahan parkir yang dikelola pihak swasta tarifnya cukup merogoh kocek lebih dalam seperti tarif untuk kendaraan roda empat sebesar Rp19 ribu, untuk perdua jam.
“Masak parkir saja dua jam harus bayar sampai Rp19 ribu,” kata Dwi pemilik kendaraan roda empat kepada BKM, di Mal Panakukang.
Dia mengatakan, aturan ini menyengsarakan masyarakat kecil. Pasalnya, pengguna kendaraan roda dua tidak semuanya memiliki anggaran lebih untuk parkir. “Aturan ini semena-mena bagi pengunjung mal yang melalui jalur Boulevard. Saya kaget begitu mau keluar dan menyedorkan karcis parkir dengan durasi waktu parkir hanya dua jam, saya ditagih Rp19 ribu, ” Keluh Dwi.
Selain itu, dampak dari diberlakukannya tarif parkir yang begitu mahal, menyebabkan ruas jalan di depan Hotel Myko Jalan Boulevard disesaki kendaraan yang memarkir kendarannya. Hasnita salah seorang warga lainnya mengungkapkan, dirinya terpaksa parkir di badan Jalan Boulevard untuk masuk Mal Panakkukang karena seringkali petugas pengamanan mal menjelaskan kalau parkir di Mal Panakukang sudah penuh.
“Mau masuk Mal Panakkukang melalui jalur Pengayoman seringkali dibilang penuh, kecuali jalur Boulevard. Kalau melewati jalur Boulevard harus dikenakan biaya tambahan Rp10 sampai Rp15 ribu. Saya tidak ngerti aturannya, sehingga saya ambil alternatif lain dengan memarkir kendaraan di depan Hotel Myko, dengan tarif Rp5 ribu,” jelas Hasnita.
Menyikapi hal itu, Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh pengelola parkir MP diluar dari kapasitas PD Parkir.
“Kapasitas parkir untuk dalam Mall Panakkukang bukan wewenang saya. Saya hanya mengelola parkir bahu jalan. Saya akan menyempurnakan bagaimana PD parkir sebagai pengawasan dan pengendalian merapikan perparkiran di depan Hotel Myko, dan coba tanyakan ke instansi terkait apakah izin parkir untuk valet itu ada tidak. Ini meresahkan masyarakat dan harus ditindaki,” jelas Irianto. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top