Polda Bidik Tersangka Baru Bimtek DPRD – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Polda Bidik Tersangka Baru Bimtek DPRD

KOLAKAPOS, Makassar–Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel usai melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi anggaran bimbingan teknis (bimtek) DPRD Enrekang. Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya adalah anggota dewan. Masing-masing Banteng Kadang dari PAN yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD. Dua lainnya adalah wakil ketua saat ini, yakni Arfan Renggong (Fraksi Golkar) dan Mustiar Rahim (Gerindra).
Empat tersangka merupakan aparatur sipil negara (ASN). Yakni Sekretaris DPRD Sangkala Tahir. Sementara Gunawan, Nawir dan Nurul Hasmi merupakan penyelenggara kegiatan bimtek.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani membeber nama-nama para tersangka dalam keterangan persnya di Warkop Sija Boulevard, Kecamatan Panakkukang.

Menurutnya, penetapan tujuh tersangka dilakukan setelah berlangsung gelar perkara.
”Sebelumnya, penyidik telah melakukan pendalaman yang tidak memenuhi syarat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD Kabupaten Enrekang. Dalam pelaksanaan bimtek tidak ada MoU. Rekomendasi dari Badiklat Kemendagri juga tidak ada. Penyelenggara tidak memenuhi syarat dan tidak memiliki legalitas,” terang Dicky.
Dari hasil penyelidikan, lanjut Dicky diketahui ada sebanyak 49 kegiatan bimtek yang dilaksanakan di tujuh kota. Masing-masing Makassar, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali dan Lombok. Anggarannya menggunakan APBD tahun 2015 dan 2016 sebesar Rp3,6 miliar.
“Atas kegiatan ini, kerugian negara yang dihitung awal oleh BPKP Sulsel sebesar Rp855.095.650. Namun masih dalam proses perhitungan terhadap 37 kegiatan bimtek DPRD Kabupaten Enrekang,” jelasnya.
Penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, BKM mencoba mengkonfirmasi tiga legislator tersebut. Hanya saja mereka memilih bungkam. Tak ada yang bersedia memberi keterangan. Baik melalui telepon selular ketika dihubungi, maupun lewat pesan singkat SMS.
Sekretaris Kabupaten Enrekang H Chairul Latanro yang dihubungi terpisah, kemarin mengaku sudah mengetahui penetapan tersangka terhadap empat ASN di jajarannya. Hanya saja, dia belum bisa mengambil tindakan untuk memberikan sanksi.
”Penetapan tersangka oleh polisi kita hargai. Kalau nanti sudah ada keputusan hukum yang tetap, kita baru bertindak,” kata Chairul. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top