Penghuni Menjerit, Danny Janji Datang ke Rusunawa – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Penghuni Menjerit, Danny Janji Datang ke Rusunawa

KOLAKAPOS, Makassar–Jeritan hati penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jalan Rajawali, Kelurahan Letta, Kecamatan Mariso sampai juga ke telinga Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto. Orang nomor satu di Makassar itupun berjanji segera datang menemui warganya.
Wali kota yang biasa disapa Danny itu ingin mendengar secara langsung keluhan penghuni rusunawa. Selanjutnya mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.
Hanya saja, sebelum turun ke lokasi, terlebih dahulu ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait. ”Saya mau tanya dulu ke pihak terkait, khususnya pembayaran listrik dan air yang sering naik secara tiba-tiba. Kalau retribusi sampah itu wajib dan sudah diatur. Jadi wargamemang harus bayar. Itu kan untuk kebersihan juga. Kalau sudah ada penjelasannya, saya pasti turun,” kata Danny, kemarin.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Kota Makassar Faturrahim, mengaku telah meminta kepada UPTD Rusunawa untuk turun mendata setiap keluhan warga. Khususnya soal pembayaran listrik dan air.
Hanya saja, dia belum bisa memastikan kapan hasil pendataan dari UPTD itu bisa rampung. Termasuk langkah apa yang akan diambil kemudian.
”Saya sudah turunkan tim dari UPTD untuk mendata warga dan keluhannya. Untuk rampungnya, saya belum bisa pastikan. Yang pasti bulan ini. Kalau sudah ada hasilnya, nanti kita pikirkan solusinya. Jika masalahnya karena pembayaran listrik dan air, kita carikan jalan keluarnya,” ujar Faturahim.
Rencana kedatangan wali kota ke rusunawa mendapat sambutan positif dari penghuni. Fitri (24) misalnya. Baginya, tarif listrik yang dibayarnya sampai Rp500 ribu tidaklah masuk akal.
Ia ingin agar wali kota mempertemukan pengelola dengan semua penghuni. Agar tarif listrik dan air yang selama ini menjadi masalah, bisa diselesaikan. Fitri ingin, pembayaran iuran disesuaikan dengan kemampuan para penghuni.
”Saya maunya kita ketemu semua, membahas masalah ini antara penghuni dan pengelola. Saya harap bisa turun iuran listrik sama air,” kata Fitri.
Hal senada disampaikan penghuni lainnya, Radah (61). Baginya permasalahan utama di rusunawa ini adalah iuran listrik dan air. Dengan kabar wali kota Makassar akan berkunjung dan mengevaluasi rusunawa, Radah merasa sangat senang. Ia berharap semua keluhan penghuni selama ini tentang iuran listrik dan air bisa ditemukan solusinya.
“Saya merasa senang sekali, Nak. Selama ini kita semua merasa kalau iuran listrik dan air terlalu tinggi. Kita ini rata-rata pedagang dan buruh kecil yang susah. Mudah-mudahan Pak Wali bisa nadengar keluhanta semua,” harap Radah.
Menyusul mencuatnya keluhan dari para penghuni rusunawa, anggota DPRD Makassar menyuarakan agar Inspektorat memeriksa UPTD rusunawa. Hal itu disampaikan Hasanuddin Leo dari daerah pemilihan (dapil) V, yang meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate.
”Memang ada banyak keluhan dan persoalan di rusunawa Mariso. Waktu reses kemarin saya sudah minta kepada kepala UPTD untuk menghitung dan mengecek satu persatu kamar di rusunawa. Termasuk peralatan elektronik yang ada di dalamnya. Tujuannya agar bisa diketahui penggunaan listriknya,” terang Hasanuddin Leo, kemarin.
Menurut legislator PAN ini, pengelola rusunawa selama ini hanya memakai hitungan sendiri tanpa mengecek berapa beban listrik dan penggunaan air di masing-masing kamar.
”Kita sudah minta agar listriknya menggunakan voucer. Jadi jelas pemakaiannya,” tandasnya.
Hasanuddin Leo juga mengungkap fakta bahwa rusunawa dijadikan tempat menyimpan istri simpanan. Diapun tak menampik adanya mobil mewah yang terparkir di tempat ini.
Anggota komisi B DPRD Makassar ini menyatakan tidak masuk akal jika untuk kamar kotak-kotak rusunawa penghuninya dibebani pembayaran Rp800 ribu, meski hanya menggunakan dua balon lampu dan air yang terbagi-bagi.
“Sepertinya ada yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis. Dinas Perumahan dan Pak Wali jangan hanya terima laporan dari UPTD. Harus mengecek langsung, karena warga disana sudah tidak mau bayar sewa yang tidak masuk akal dan diberlakukan oleh pihak pengelola,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari Paramastuti, meminta wali kota untuk segera mengevaluasi kinerja UPTD rusunawa yang banyak merisaukan penghuninya dengan tagihan yang mencekik.
”Memang ada banyak keluhan warga di sana. Dari tidak beresnya kewajiban membayar sewa, iuran sampah, pembayaran listrik dan air yang tidak lacar. Banyak pula kasus kecurian,” bebernya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top