Bangunan Wajib Siapkan Alat Pemadam – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Bangunan Wajib Siapkan Alat Pemadam

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, mewajibkan seluruh bangunan gedung untuk menyediakan alat pemadam kebakaran atau fire potection.

“Semua bangunan pertokoan, perbelanjaan, plaza, mall, hotel, perkantoran, apartemen, tempat hiburan, industri, pabrik, wajib memiliki alat pemadam kebakaran,” kata Kepala Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Imran Samad, kepada BKM, akhir pekan lalu.
Menurut Imran, alat Damkar yang dimaksud antara lain alat pemadam api ringan (Apar), alat pemadam api berat (Apab), ataupun hydrant, yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya.
Bahkan Damkar Kota Makassar setiap tahun melakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala guna memastikan apakah alat damkar berfungsi dengan baik atau tidak. Termasuk memeriksa kualitas sistem fire protection dari sprinkler yang dipasang di langit-langit gedung yang dapat memberikan tanda bahaya ketika terjadi potensi kebakaran seperti adanya gumpalan asap, gas maupun temparatur tinggi dalam ruangan.
“Setiap gedung baik itu perkantoran, tempat perbelanjaan atau bahkan rumah toko (Ruko) wajib memiliki alat Apar berupa fire protection yang berasal dari sprinkler ataupun adanya hidran depan gedung yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil air ketika terjadi kebakaran,” sebut Imran Samad.
Lebih jauh kata kakak mantan Ketua KPK Abraham Samad ini, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2011 tentang retribusi pemakaian alat pemadam api, Damkar Kota Makassar wajib turun melakukan pemeriksaan kelayakan alat serta menarik retribusi mulai dari Rp10 ribu sampai Rp60 ribu setiap tahun.
Gedung yang memiliki Apar dan dinilai tidak berfungsi segera diminta atau direkomendasikan mengganti Apar yang rusak demi keselamatan dan keamanan orang ataupun barang yang berada di dalam gedung.
Hanya saja, Damkar Kota Makassar sejauh ini belum menyediakan alat baik Apar maupun alat pemadam api berat (Apab) untuk dijual dan diberikan secara gratis. Damkar hanya dapat melakukan pengecekan dan rekomendasi alat yang seharusnya segera diganti.
“Kita tidak sediakan alat, kita hanya merekomendasikan alat apa saja yang harus segera diganti karena tidak berfungsi. Kalau Apab itu biasanya digunakan di rumah sakit seperti tabung besar gas. Sedangkan kalau Apar hanya berupa sprinkler dan tabung kecil yang disimpan di dinding,” katanya.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar dari Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan Daerah meminta Dinas Pemadam Kebakaran untuk menaikkan pendapatan pajak pemeliharaan alat pemadam kebakaran di sejumlah hotel dan restoran.
Anggota Komisi B, Hasanuddin Leo, meminta pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) agar memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita ingin seluruh mitra kami dapat meningkatkan PAD dari tahun ke tahun terutama mengevaluasi kinerja mereka,” ungkap Hasanuddin Leo.
Lanjut legislator dua priode itu, tidak ada lagi alasan Damkar tidak maksimal menarik pendapatan dari pemeliharaan alat pemadam. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top