Taksi Online tak Bisa Masuk Bandara – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Taksi Online tak Bisa Masuk Bandara

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Operasional taksi daring (dalam jaringan) akan diperketat. Dinas Perhubungan Sulsel akan mengacu pada 11 poin Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 yang direvisi. Terutama terkait empat komponen, yakni soal tarif, kuota, STNK, dan KIR.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Ilyas Iskandar, mengatakan pihaknya sudah menyusun draft terkait aturan yang harus ditaati pengelola taksi online. Namun saat ini belum diberlakukan karena masih menunggu hasil pertemuan dengan Kementerian Perhubungan yang digelar di Jakarta Jumat (31/3) lalu.
Dalam draft itu, kata Ilyas, salah satu yang menjadi poin cukup penting terkait jangkauan operasional taksi daring. Ada area khusus dimana tak bisa dimasuki, seperti bandara.
Untuk mengetahui pergerakan taksi online itu, nantinya setiap kendaraan akan dipasangi stiker yang di dalamnya telah terpasang semacam chip. Selain itu, Dishub bekerja sama dengan aparat kepolisian juga akan semakin tegas menindak taksi online yang tidak memenuhi aturan yang ada.
Poin lain yang diatur terkait tarif. Untuk sementara, diatur jika buka pintu dikenakan tarif Rp6.000. Sementara hitungan argo per kilometernya sebesar Rp6.500. Angka itu lebih mahal dibanding tarif taksi konvensional yang tarifnya hanya Rp4.800.
Menurutnya, untuk tarif taksi online, ada toleransi yang diberikan Kemenhub sebesar 26 persen dari taksi konvensional. Namun jika di Sulsel diberlakukan tarif 6500 per kilometer, maka selisih harga antara taksi konvensional dan online hanya kisaran 20 persen.
“Untuk tarif yang sudah dirancang, saya kira tidak ada persoalan. Karena ketika kami mengadakan pertemuan dengan taksi online, seperti Grab dan Go Car, itu tidak ada masalah, ” kata Ilyas, Jumat (31/3) di Hotel M Regency.
Dia melanjutkan, draft yang telah disusun itu tinggal menunggu seperti apa hasil keputusan rapat di Kemenhub untuk kemudian disesuaikan. Setelah itu, akan dibuatkan peraturan gubernur (pergub).
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masih terjadi tarik menarik dalam penentuan tarif taksi online. Meski begitu, dia menjamin tarif yang disepakati nantinya tak merugikan pihak manapun.
“Tarif yang disepakati harus menjadi komitmen bersama,” ujar dia. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top