Ratusan PK5 di Pasar Tradisional Akan Ditertibkan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Ratusan PK5 di Pasar Tradisional Akan Ditertibkan

KOLAKAPOS, Makassar–Meski sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar telah direnovasi, namun kondisinya tetap saja kumuh. Pasalnya, ratusan pedagang kaki lima (PK5) masih saja berjualan di depan dan samping pasar menggunakan tenda.

Belum lagi, sampah mereka tetap dibiarkan tanpa diangkut di sepanjang ruas jalan sekitar pasar.
Untuk mengurai kemacetan dan menjadikan pasar tradisional lebih tertata dan aman, pemerintah kota melalui PD Pasar Makassar Raya segera turun melakukan penertiban.
Tiga pasar tradisional yakni pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Sambung Jawa dan Pasar Terong yang cukup banyak dihuni PK5 dalam waktu dekat segera ditertibkan dan ditata.
“Sesuai arahan bapak Wali Kota Makassar, untuk menata pasar tradisional menjadi lebih baik khususnya dari aktifitas PK5 maka perlu dilakukan penertiban PK5,” ujar Dirut PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam.
Rahim menegaskan, untuk sementara ini akan dijadwalkan penertiban PK5. Karena tiga pasar itu cukup banyak dihuni PK5 yang berjualan menggunakan tenda di pinggir jalan dan itu tidak dibenarkan,” ucapnya.
Agar pelaksanaan penataan PK5 berjalan dengan lancar dan damai, jelas Rahim Bustam, dia telah melakukan koordinasi ke SKPD terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Satpol PP Kota Makassar, kepolisian dan kelompok organisasi pasar tradisional.
Penataan dan penertiban dilakukan melalui dua pilihan pilihan ke PK5 yakni berpindah berjualan di lokasi yang telah disediakan PD Pasar Makassar Raya secara gratis ataukah berpindah mencari tempat berjualan yang berada diluar lokasi tertib dari pemerintah kota.
“Kami sudah siapkan lokasi di dalam pasar, dan itu gratis selama tiga bulan. Apalagi selama ini PK5 yang berjualan di pinggir jalan hanya pakai tenda, sedangkan yang kami sediakan itu sudah semi permanen atau atapnya sudah pakai seng. Tapi kalau ada pedagang yang tidak mau, kami juga tidak paksakan asalkan tidak berjualan di sekitar yang kami larang,” sebutnya.
Sementara itu, Amir salah seorang PK5 di Pasar pabaeng-baeng berharap agar penertiban dilakukan tidak merugikan pedagang. Sebab alasannya, PK5 juga butuh hidup dan bergantung di pasar. “Kita ini orang kecil ji kodong, minta penertiban dilakukan tidak semena-mena malah menguntungkan pedagang,” harapnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top