Seribu Nelayan Jeneponto Diasuransikan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Seribu Nelayan Jeneponto Diasuransikan

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Jeneponto–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto melalui Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar mengasuransikan 1.000 nelayan yang ada di daerahnya. Nilai uang pertanggungan melalui asuransi Jasindo sebesar Rp200 juta per orang.

Uang pertanggungan ini akan diterima ahli warisnya jika nelayan tersebut tenggelam saat melakukan penangkapan ikan. Demikian disampaikan Kepala Dinas PerikananJeneponto, Agussaleh Karaeng Makka, saat dihubungi di kantornya Jalan HV Worang Kampung Tanrusampe Kelurahan Biringkassi Kecamatan Binamu.
Selain itu, kata Agussaleh, kalau nelayan meninggal dunia karena sakit, uang pertanggungan yang diperoleh ahli warisnya Rp160 juta. Tapi kalau cacat seumur hidup akibat kecelakaan di laut, seperti jari hilang, mata buta dan lainnya, tetap dibayarkan pertanggungannya sebesar Rp100 juta.
”Tapi kalau cacat karena bom ikan, tidak dibayarkan. Karena itu ilegal dan juga bisa diproses hukum,” ujar Agussaleh.
Pada April 2017 mendatang, tiga nelayan yang meninggal dunia karena sakit akan mendapatkan uang pertanggungan masing-masing sebesar Rp160 juta. Ketiga nelayan itu adalah S Dg Alle, alamat Desa Pao Kecamatan Batang, Suardi Dg Kammu dan Maling alamat Kampung Kalumpang Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea. Penyerahan uang pertanggungan ini akan dilakukan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.
Soal pembayaran premi asuransi nelayan sebesar Rp175.000 untuk 1.000 nelayan se Kabupaten Jeneponto, tambah Agus, dibayarkan Kementerian Kelautan dan Perikan RI melalui APBN 2016. Dan ditahun 2017 akan ditambah. Tapi belum bisa disebutkan karena belum sampai datanya ke Jeneponto. Jadi bukan beban nelayan.
Soal kriteria masuk asuransi Jasindo, kata mantan KLH Jeneponto ini, di KTP tercantum pekerjaan nelayan dan Kartu Keluarga (KK) juga nelayan. Itu yang diberikan kartu nelayan. Jadi tidak BOLEH ada rekayasa. Karena betul-betul untuk nelayan tidak mampu. Tapi kalau nelayan berpredikat haji atau punggawa nelayan, tidak diberikan asuransi.
”Kita juga teliti yang mana betul-betul miskin, itu yang dibantu. Jadi tidak semua nelayan yang dibantu. Ini program peningkatan kesejahteraan nelayan agar menjadi nelayan Gammara,” jelas Agussaleh.
Baharuddin ahli waris S Dg Alle yang meninggal dunia pada 18 Februari 2016 karena sakit, masuk peserta asuransi Jasindo binaan Dinas Perikanan Jeneponto. ”Kami sudah ada pemberitahuan kalau kami akan menerima uang santunan sebesar Rp160 juta. Keluarga kami belum pernah pegang uang sebanyak itu. Sepertinya kami ini mimpi. Terimakasih karaeng,” kata Baharuddin menitikkan air mata karena terharu. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top