Pengembangan Jagung di Koltim Capai 7.500 HA – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Kolaka Timur

Pengembangan Jagung di Koltim Capai 7.500 HA

Ilustrasi.

KOLAKAPOS, Tirawuta–Tahun ini Kabupaten Kolaka Timur tidak hanya memperoleh ratusan hektar cetak sawah baru dan bantuan penanaman puluhan hektar cabai dari pemerintah pusat. Namun daerah yang dipimpin oleh Tony Herbianysah sebagai bupati dan Andi Merya Nur sebagai wakil bupati Kolaka Timur, telah mendapatkan ribuan hektar untuk penaman jagung. Hal itu di katakan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Laski Paemba kepada wartawan koran ini belum lama ini.

Pengembangan tanaman jagung itu katanya, telah tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kolaka Timur dan saat ini sudah selesai penanamannya.

“2017 ini, Koltim dapat jatah seluas 7500 ha yang tersebar di 12 kecamatan,” katanya.

Dengan makin banyaknya bantuan yang diturunkannya oleh pemerintah pusat kepada Kabupaten Kolaka Timur tahun ini. Telah menandakan kesuburan tanah atau peluang di sektor pertanian yang ada di Koltim. Selain itu, karena sumber daya alamnya juga telah mendukung. Begitu juga dengan pemerintahannya termasuk masyarakatnya.

” Semoga, dengan banyaknya program pemerintah pusat yang turun di Koltim khususnya di bidang pertanian, masyarakat koltim khususnya para petani dapat meningkat kesejahteraan serta taraf hidupnya,” harapnya.

Sebelumnya, Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah mengajak masyarakat desa Mokupa Kecamatan Lambandia untuk memanfaatkan lahan tidur dengan menanam jagung.

Ajakan ini, disampaikan bupati saat mengunjungi bangunan baru Pasar Desa Mokupa.

Menurutnya, dengan memanfaatkan lahan tidur yang tidak tergarap, dengan menanam jagung, maka akan meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat di desa tersebut.

“Tahun ini, Menteri Pertanian akan membantu kita tanaman jagung seluas tujuh ribu hekatare. Saya lihat, masih sangat luas lahan yang tidak dimanfaatkan di Mokupa ini, jadi dengan bantuan ini, saya harap masyarakat mau untuk menanamnya,” harap bupati. (ing/b/hen)

Click to comment

The Latest

To Top