Butuh 9 Juta Meter Kubik Pasir untuk Reklamasi CoI – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Butuh 9 Juta Meter Kubik Pasir untuk Reklamasi CoI

KOLAKAPOS, Makassar–Proyek reklamasi di kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI) segera dilaksanakan.Project Manager KSO Ciputra Yasmin Sinyo Pelealu mengatakan, Surat Izin Kerja Reklamasi, Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi Pasir Laut (IUP OP), serta Surat Ijin Kerja Keruk sudah selesai.
Saat ini pihaknya sementara menunggu penyelesaian Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA). Juga Surat Izin Impor Kapal Asing (SIIKA) yang diperkirakan bisa rampung April mendatang.
Menurut Sinyo, sejumlah persiapan untuk reklamasi mulai dilakukan. Diantaranya pembersihan ranjau peninggalan perang dunia kedua di lokasi reklamasi, bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut.
Mobilisasi peralatan penunjang juga sudah dilakukan. Termasuk untuk tenaga kerja profesional, baik asing maupun lokal.
Luas lahan reklamasi yang dikerjakan adalah 150 hektare. Dari luasan itu, Pemprov Sulsel akan mendapatkan areal reklamasi seluas 50,47 hektare, atau sekitar 30 persen dari total lahan reklamasi.
Pengerjaannya akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, 95 hektare laut yang akan ditimbun. Tahap kedua sisanya, yakni 55 hektare.
Menurut Sinyo, rencananya reklamasi mulai akan dilaksanakan Juni mendatang. Untuk menimbun lahan yang cukup luas itu, dibutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Hanya sekitar sembilan bulan untuk tahapan pertamanya. Artinya, jika dimulai Juni, maka reklamasi bisa rampung September 2018 mendatang.
Untuk proses reklamasi, Yasmin Ciputra menggandeng perusahaan ternama dari Belanda, yakni PT Boskalis Internasional Indonesia. Sementara Konsultan Supervisi PT Witteveen Bis Indonesia.
Berdasarkan hasil hitungan, untuk reklamasi lahan seluas 150 hektare, dibutuhkan pasir sekitar 9 juta meterkubik. Pasir tersebut akan diambil dari tiga lokasi di Kabupaten Takalar dan Jeneponto.
Khusus untuk area reklamasi seluas 50,47 hektare yang akan diserahkan ke Pemprov Sulsel, menurut Sinyo, akan menjadi prioritas pengerjaan pada tahap pertama. Termasuk di dalamnya lahan tanah tumbuh dan pantai pasir putih.
“Itu akan menjadi prioritas utama yang akan dilaksanakan Boskalis. Target penyelesaian April 2018 mendatang,” ujarnya.
Penanggung jawab pembangunan di kawasan CoI, Soeprapto Budi Santoso menekankan pelaksanaan pekerjaan di kawasan CoI dilakukan secara hati-hati dengan menaati aturan yang ada. Termasuk mengurus semua peraturan yang dibutuhkan. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top