Tunggakan Listrik Capai Rp60 M – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Tunggakan Listrik Capai Rp60 M

KOLAKAPOS, Makassar–Hingga akhir Maret 2017 ini, angka tunggakan pemakaian daya listrik di wilayah PLN Sulselrabar mencapai Rp60 miliar. Angka tunggakan ini lebih banyak tersangkut di segmen pelanggan rumah tangga dibandingkan instansi dan perusahaan.
”Kami berharap kepada para pelanggan setia PLN di wilayah Sulselrabar baik itu rumah tangga, instansi maupun perusahaan untuk dapat segera melunasi tunggakan pemakaian listriknya. Karena dengan tingginya angka tunggakan itu, secara tidak langsung telah ikut mempengaruhi upaya PLN meningkatkan kualitas pelayanannya,” kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar (Sulselrabar), Bob Sahril, kepada wartawan di ruang rapat PLN Sulselrabar.
Didampingi Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Aris, Fungsional Ahli, Rahmawati, Manajer SDM dan Umum, Tony Wahyu Wibowo, dan Humas, Rosita Zulkarnaen, Bob Sahril mengungkapkan, untuk menekan terjadinya angka tunggakan tersebut, PLN memberi sanksi tegas kepada pelanggan yang menunggak hingga tiga bulan, yakni pembongkaran kwh meter di rumah pelanggan.
”Kalau pelanggan bermaksud untuk kembali menikmati penerangan listrik di tempat tinggalnya, maka harus melunasi tunggakannya dan membayar biaya pasang baru. Kami terpaksa memberlakukan ini untuk menciptakan kedisiplinan kepada pelanggan dalam memenuhi kewajibannya,” ujar mantan Manajer Cabang PLN Palopo ini.
Pada kesempatan tersebut, Bob juga menyinggung soal angka loses atau kebocoran daya listrik. Diakui, setiap tahunnya telah terjadi loses daya listrik dikisaran 60 sampai 70 megawatt (MW). Dari jumlah itu, mayoritas terjadi di pelanggan rumahtangga dibandingkan perusahaan.
”Kalau di perusahaan kita sudah punya alat pendeteksi pemakaian daya listrik. Jadi gampang ketahuan ketika terjadi pencurian daya listrik di perusahaan itu. Sedangkan di rumah tangga, itu sangat sulit terdeteksi. Karena mereka biasa melakukan pencantolan maupun merekayasa kwh meteran di rumahnya. Mereka tidak menyadari kalau dengan rekayasa meteran listrik itu bisa menimbulkan korslet yang berdampak pada terjadinya kebakaran maupun kesetrum,” jelas Bob tanpa merinci persentase antara pelanggan rumahtangga dan perusahaan yang melakukan pencurian daya.
Untuk meminimalisir terjadinya pencurian daya, pihak PLN melakukan berbagai macam cara. Di antaranya bekerjasama MUI untuk mengeluarkan fatwa kalau menggunakan daya listrik secara ilegal, itu sama dengan pencurian dan hukumnya haram.
Selain itu, tambah Bob, mengintensifkan operasi P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik). ”Kami menurunkan tim baik yang ada di internal maupun tenaga outsourcing yang didampingi aparat kepolisian untuk melakukan P2TL di rumah pelanggan. Syukur alhamdulillah, dalam beberapa waktu terakhir pelaksanaan operasi P2TL di Makassar, berhasil diselamatkan sebanyak 4 juta kwh yang nilainya mencapai miliaran rupiah,” terang Bob. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top