Longsor ‘Kepung’ Pegunungan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Longsor ‘Kepung’ Pegunungan

Net/Ilustrasi

Lima Desa Terendam Banjir

KOLAKAPOS, Belopa–Hujan deras yang mengguyur Belopa sejak Senin, 27 Maret 2017. Hal ini membuat sejumlah desa yang ada di Kabupaten Luwu terendam banjir.

Selain itu juga terjadi longsor di sekitar 25 titik yang ada di wilayah pegunungan. Meliputi Bajo Barat, Latimojong, Bastem dan Bastem Utara. Sementara itu, kelima desa yang banjir tersebut yakni Desa Kurusumanga dan Desa Balubu yang berada di Kecamatan Belopa, dan Desa Cimpu Utara, Malela dan Desa Cakkeawo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Palopo Pos menyebutkan, 25 titik tersebut satu persatu sementara dibuka aksesnya dengan menggunakan eskavator milik Dinas PU. Warga sendiri berharap agar pemerintah bisa segera membersihkan seluruh akses jalan. Pasalnya, di wilayah pegunungan terdapat ribuan masyarakat Luwu dan mereka terancam terisolir.

“Akses jalan terputus, kalau mau melintas harus hati-hati dan jalan kaki. Karena motor tidak bisa melintas, apalagi masih rawan longsor,” ujar Iping salah seorang warga Latimojong, Rabu 29 Maret 2017.
Selain itu, dirinya berharap agar pemerintah mendistribusikan logistik makanan.
“Kami harap juga ada kiriman makanan,” jelasnya.
Besarnya volume air disungai yang menyebabkan air tersebut melimpah kepemukiman warga, Kasi Kedaruratan BPBD Luwu, Masri menduga banjir tersebut karena kiriman air dari Hulu pada Senin lalu itu.

“Naik air sungai akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan warga di Desa Kurusumanga dan Desa Balubu, kebanjiran, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Luwu, Jihad Saripudin menghimbau kepada warga Luwu agat tetap waspada karena dikhawatirkan bencana banjir susulan akan melanda wilayah lima desa yang sering di landa banjir jika musim penghujan seperti ini.

“Saya imbau agar masyarakat Luwu terus waspada di musim penghujan seperti ini,” tandas Jihad.
Dia mengatakan, pihaknya menyiapkan personil dari Tim Reaksi Cepat BPBD untuk turun membantu masyarakat Luwu yang wilayahnya sering dilanda banjir akibat kiriman air bah dari hulu di beberapa sungai yang ada di Luwu.
Sebelumnya BPBD Luwu merilis beberapa desa yang masuk katgeori rawan bencana antara lain, yakni, Kecamatan Larompong Selatan diantaranya Desa La’Lowa, Malewong dan Gandang Batu. Kecamatan Larompong diantaranya, Desa Riwang Selatan, Bilante, Rante Alang, Lumaring, Kecamatan Suli Barat yakni Desa Poringan, Kaladi Darussalam, Kaili.

Masuk daerah perkotaan yakni Kecamatan Belopa diantaranya Kelurahan Senga, Desa Balubu. Kecamatan Bajo, yakni Desa Rumaju. Kecamatan Bajo Barat, yakni Desa Bone Lemo, Desa Bone Lemo Utara, Bone Lemo Barat. Kecamatan Latimojong yakni Desa Pajang, Desa Buntuk Sarek, Ulu Salu, To’Barru, Rante Balle, Pangi, Tabang.

Kemudian masuk ke wilayah tengah yakni Kecamatan Bupon, Desa Balutan, Desa Padang Ma’bud, Tampumia, Kecamatan Bua yakni Desa Lengkong, Padangkalua, Kecamatan Bastem yakni Desa Sinaji,. Buntu Batu, Tasang, Tongkonan, Kecamatan Bastem Utara yakni Desa Maindo, Desa Tede, Desa Bonglo, Kecamatan Walenrang yakni Desa Tombang, Walenrang, Batusitanduk, Desa Harapan, Kecamatan Walenrang Barat, yakni Desa Ilan Batu, Ilan Batu Uru, Lempe, Lempe Pasang, Lamasi Hulu, Lewandi, Kecamatan Walenrang Utara yakni Desa Siteba.

BACA JUGA: Rp4 Miliar Belum Cukup
“Seluruh kawasan ini telah kami koordinasi dengan para camat, lurah dan Kepala Desa agar rutin melakukan pemantauan serta penaymapain kepada masyarakatnya akan bahasa longsor di wilayah mereka,” tandasnya.

Ia berharap agar Camat, Kepala Desa serta stakeholder terkait bisa melakukan sosialisasi terkait bahaya Banjir dan Longsor. “Sosialisasi itu penting agar masyarakat bisa terjaga dan siap ketika menghadapi kondisi tersebut, berikan pemahaman mengenai tindakan cepat yang perlu mereka lakukan ketika berada di kondisi tengah mengalami bencana baik longsor maupun banjir,” katanya. (palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top