Bentrok Antarnapi Dipicu Over Kapasitas – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Bentrok Antarnapi Dipicu Over Kapasitas

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Sidrap–Bentrok antarwarga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sidrap kembali terjadi, Selasa (28/3) sekitar pukul 11.00 Wita. Over kapasitas narapidana menjadi salah satu faktor rawannya gesekan diantara mereka.

Saat ini, penghuni Rutan sudah melebihi kapasitas. Totalnya mencapai 325 orang. Padahal idealnya hanya 220 orang.
Terjadinya perkelahian, kemarin dipicu persoalan sepele. Dua tahanan berkelahi lantaran tersinggung atas perkataan oleh salah seorang tahanan kasus narkoba bernama Popo (32).
Sementara pelaku bernama Muh Ismunandar yang terlibat kasus penganiayaan dan sementara dalam proses persidangan, tidak terima perkataan Popo yang berteriak dengan kata-kata tidak mengenakkan.
“Kita sudah redam pertikaian keduanya. Kita sudah antisipasi dengan mendamaikan keduanya. Ini hanya dipicu persoalan sepele,” ungkap Kepala Keamanan Rutan Klas IIB Sidrap Muh Sultan di kantornya, Selasa (28/3).
Menurutnya, untuk menghindari meluasnya pertikaian diantara warga binaan, kata Sultan, kedua pelaku kemudian ditempatkan di sel khusus selama beberapa hari ke depan.
“Kita sudah masukkan keduanya secara terpisah ke dalam sel khusus. Mereka berada di situ selama sebulan. Kita berikan hukuman khusus kepada keduanya agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” jelas Sultan.
Diakui, perkelahian antarpenghuni di Rutan Sidrap kerap terjadi. Kelebihan warga binaan menjadi alasan klasik seringnya mereka berkelahi.
“Saat ini kita bina tahanan sudah mencpai 325 orang. Untuk kamar besar itu dihuni antara 23 hingga 25 orang tahanan. Sementara kamar kecil kita isi 13 hingga 15 orang. Idealnya, kalau kamar besar cukup diisi 12 orang saja. Kalau kamar kecil normalnya 5 orang satu ruangan. Tapi apa BOLEH buat, kita sdah over kapasitas,” terangnya.
Mansur, Kepala Rutan Sidrap yang dihubungi terpisah, mengakui kesalahpahaman di kalangan warga binaan sering terjadi karena persoalan sesaknya penghuni. Pihaknya sudah tidak bisa lagi melakukan pengiriman tahanan ke Bollangi, Kabupaten Gowa karena tempat di sana juga sudah over kapasitas.
“Kita tidak bisa lagi memindahkan tahanan ke Bollangi, karena sudah melebihi kapasitas juga. Karenanya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Intinya, kita berusaha redam saja atau mendamaikan para tahanan jika terjadi perkelahian agar tidak meluas,” ujar Mansyur yang saat dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin sedang berada di Makassar.
Minimnya petugas sipir juga menjadi alasan kurangnya pengawasan terhadap keseluruhan penghuni. “Petugas kita sangat terbatas. Kita tidak bisa pantau semua tahanan secara menyeluruh. Saat ini kita hanya punya petugas 15 orang. Sementara penghuni yang mau diawasi itu sudah mencapai 325 orang. Kita siasati keterbatasan petugas ini sembari bermohon penambahan personel ke Kanwil Kemenkumham,” tandasnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top