Appel Sultra Desak Pemprov Sultra Tegas – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Appel Sultra Desak Pemprov Sultra Tegas

Soal Kapal Tanker PT. DJL Rusaki Terumbu Karang

KOLAKAPOS, Kendari–Terumbu karang merupakan salah satu sumber hayati bagi kehidupan manusia, dan memiliki nilai ekonomis. Kemudian terumbu karang memiliki manfaat, yang salah satunya dapat menghasilkan sumber makanan bagi ikan dan makhluk laut lainnya.
Namun sungguh ironis yang terjadi di Kabupaten Kolaka manfaat yang dihasilkan terumbu karang kini tak berarti, karena telah dirusak oleh kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit oleh PT. Damai Jaya Lestari (DJL).
Sehingga Mahasiswa Universitas HaluOleo (UHO) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pemerhati Lingkungan Sultra (APPEL-SULTRA) melakukan Demonstrasi di DPRD provinsi Sultra.
Jenderal Lapangan Hasdin mengatakan hadirnya kapal Tanker pengangkut minyak kelapa sawit yang kandas di pulau Padamarang perairan teluk Bone Kabupaten Kolaka pada (15/02/2017) lalu yang mengakibatkan ribuan meter terumbu karang rusak parah. “Dengan kejadian tersebut terumbu karang yang berusia ribuan tahun kini rusak dengan kapal pengangkut minyak kelapa sawit tersebut,” teriaknya. Senin, (27/03).
Yang lebih ironisnya lanjutnya, pada sampai saat ini pihak PT. DJL belum sama sekali ada upaya dalam membenahi terumbu karang yang telah dirusaknya. “Kami mendesak pemerintah dalam hal ini Kadis Kelautan dan Perikanan, yakni Askabul Kijo agar segera mengambil tindakan pelanggaran yang telah dilakukan PT. DJL,” tambah Hasdin Boy.
Koordinator lapangan Umul Loga mengungkapkan, PT. DJL telah melanggar UU No.32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup pasal 98 ayat 1 bahwa, setiap orang dan badan hukum yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien,baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan dipenjara paling singkat 3 tahun dan denda paling sedikit 3 milyar Rupiah dan paling banyak 10 Milyar Rupiah” Namun ini sangat aneh karena pemerintah Sultra juga tak punya inisiatif dalam menyelesaikan proses pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak PT. DJL,” ucapnya.
Dari persoalan yang terjadi maka Appel-Sultra meminta dan mendesak pemerintah provinsi Sultra, agar Kepala BKSDA provinsi Sultra untuk segera mengambil sikap tegas dalam menyelesaikan persoalan sesuai peraturan atas pelanggaran yang dilakukan oleh pihak PT. DJL. Kemudian meminta Kapolda Sultra untuk melakukan proses penyelidikan dan penegakan proses Hukum sesuai pelanggaran yang terjadi pada PT. DJL. (P2/hen)

Click to comment

The Latest

To Top