Desain Trayek Kereta Api Diubah – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Desain Trayek Kereta Api Diubah

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Proyek kereta api Trans Sulawesi trayek Makassar-Parepare terus digenjot. Saat ini, posisi pengerjaan rel masih di Kabupaten Barru.

Pada 2016 lalu, progres pembangunan badan jalan sepanjang 16,1 km dan yang telah rampung 14,8 km rel terpasang dari total keseluruhan sepanjang 145 km.
Selain badan jalan dan rel terpasang, pembangunan tiga jembatan dengan fly over dan underpass juga telah dikerjakan. Tahun ini akan dibebaskan lahan tahap ke II sebanyak 623 bidang dari 1.411 bidang yang akan dibebaskan untuk jalur Barru-Parepare.
Bahkan menurut Gubernur Sulawesi selatan, Syahrul Yasin Limpo, Jumat (24/3), setelah ada perubahan desain dari Kementerian Pergubungan, maka akan dibangun terowongan yang menghubungkan Barru dan Parepare.
“Tadinya kan, desain jalur rel akan menyusuri gunung. Tapi ada perubahan karena kita mau desain tidak konvensional, dan juga tidak merusak ekosisten kars yang ada. Sehingga rel nya nanti mengarah ke tepi laut,” ujar Syahrul.
Syahrul menambahkan, proyek Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar-Parepare kembali mendapat anggaran, dari Kementerian Perhubungan. Kucuran anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan Jalur Barru-Parepare 2017 ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambah anggaran Rp500 miliar untuk menyelesaikan dulu tahapan 30 kilometer (km) paling lambat 2018. Tapi ternyata, ada tambahan anggaran Rp1,2 triliun untuk bisa menyelesaikan 53-57 kilomete rel kereta api.
“Tahun ini kan itu semua anggarannya. Jadi saya ingin semua digenjot pekerjaanya. Sehingga paling tidak April 2019 kita sudah bisa merasakan dan naik kereta api di Sulsel ini,” tegas Syahrul.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, jika sudah terbangun 30 km, pihaknya baru akan menawarkan keinvestor untuk pengembangan dan pembangunan hingga Makassar, karena yang ada sekarang ini, baru di Barru saja,” serunya.
“Untuk jalur Parepare-Makassar rencananya akan dikembangkan oleh investor. Makanya kami selesaikan dulu patokan kilometer tertentu untuk menarik investor, apalagi di sini ada pabrik semen, garongkong, dan potensi lainya. Jadi nanti akan jadi satu paket,” paparnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top