Makassar Pilot Project Bantuan Pangan Non Tunai – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Makassar Pilot Project Bantuan Pangan Non Tunai

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai tahun 2017 membuat program bantuan pangan non tunai, yang pada tahap awal akan diberikan kepada 1,2 KK warga kurang mampu, tersebar di 40 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam program bantuan sosial pangan non tunai itu, Kemensos mulai menyalurkan lewat perbankan, sehingga semua warga masyarakat yang kurang mampu akan memperoleh bantuan pangan melalui dana yang masuk ke rekening masing-masing, sehingga tak ada lagi bantuan langsung tunai.
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Perkotaan, Kemensos RI, Andi Zainal Dulung, ketika melakukan sosialisasi penyaluran bantuan pangan non tunai di Makassar, kemarin, yang juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, H. Ilham Andi Gazaling dan para lurah dan camat se Kota Makassar.
Menurut Dirjen, penyaluran bantuan pangan non tunai itu dimaksudkan agar bantuan tersebut bisa dinikmati masyarakat secara langsung, meski harus melalui jasa perbankan dan juga kerjasama dengan pihak Bulog.
Program bantuan pangan non tunai ini, bisa sewaktu-waktu dicairkan untuk membeli kebutuhan pangan masyarakat yang kurang mampu, sehingga melalui kegiatan seperti ini diharapkan tidak ada lagi bantuan masyarakat miskin yang salah sasaran.
Untuk tahap awal, Kota Makassar dijadikan percontohan, karena daerah ini sudah memiliki kelengkapan data pencatatan masyarakat kurang sejahtera yang sudah bagus dan juga sudah ada program Keluarga Harapan yang kini tengah dijalankan di Kota Makassar dan sejumlah daerah Kabupaten/kota di Sulsel lainnya.
Dirjen menambahkan, untuk ke depannya, program bantuan pangan non tunai ini akan diberikan kepada 4 juta KK masyarakat kurang sejahtera dan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kelengkapan administrasi dan jaringan perbankan di daerah masing-masing.
Program ini menggunakan sistem data perbankan online, sehingga masyarakat penerima bantuan pangan non tunai ini bisa langsung mengecek bantuannya melalui kartu ATM khusus.
Adapun besar bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial yakni sebesar Rp 110.000 per KK dan apabila bantuan pangan ini tidak dicairkan, maka secara otomatis bantuan tersebut akan mengendap di dalam rekening dan terus bertambah sepanjang si penerima bantuan tidak mencairkannya.
Sementara itu, Kadis Sosial Sulsel, Ilham A.Gazaling menjelaskan, bantuan pangan non tunai ini nantinya akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel yang memiliki warga belum sejahtera.
Kadis menilai, program bantuan pangan non tunai ini akan jauh lebih baik dan lebih kena sasaran, karena bantuannya disalurkan melalui perbankan. Untuk itulah, semua bantuan ini nantinya akan dikontrol oleh tenaga pendamping kementerian sosial seperti tenaga tenaga sosial kecamatan maupun tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdapat di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top