Kuota 500 Unit Untuk Taksi Online – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Kuota 500 Unit Untuk Taksi Online

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Kisruh antara taksi online dan konvensional saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Sejauh ini, memang belum ada aturan yang ditetapkan untuk angkutan yang bisa dipesan secara online itu. Baik penentuan tarif hingga unit yang diizinkan beroperasi.

Namun, dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan sudah akan menetapkan kuota awal bagi taksi online yang beroperasi pada tanggal 1 April 2017 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Kadis Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar.
Menurutnya, berdasarkan survey yang telah dilakukan ada sekitar 3.500 kuota taksi untuk daerah Mamminasata. Sementara, data taksi yang beroperasi di wilayah Makassar sebanyak 1.600 taksi. Meski demikian, Ilyas menyebutkan jika pihaknya tidak bisa langsung menetapkan berapa total jumlah kuota untuk taksi online yang nantinya akan beroperasi.
Ilyas mengaku, pihaknya akan kembali melakukan pertemuan dengan Grab (taksi online) dan pihak Organda untuk membicarakan terkait kuota, tarif, dan STNK
“Masih ada sekitar 1.900 kuota, tapi tidak mungkin kita mau kasih semua taksi online. Untuk awal kita kasih 500 kuota taksi online yang memenuhi syarat sambil kita pelajari,” beber Ilyas.
Setelah penetapan kuota, Ilyas kembali menegaskan kepada taksi online untuk tidak beroperasi di wilayah taksi konvensional.
“Kita juga akan batasi operasionalnya, misalnya taksi online tidak bisa mengambil penumpang lambaian, tidak BOLEH mengambil penumpang di mall, dan tidak boleh nongkrong di hotel,” tegasnya.
Untuk kuota taksi online, kata Ilyas tetap akan membatasi dan mengutamakan yang sudah memiliki izin. Pasalnya, hingga saat ini masyarakat yang sudah mendaftar taksi online tercatat sekitar 1.000-an lebih.
“Kita kasih kesempatan untuk taksi online memenuhi segala persyaratan sebelum diberlakukan revisi Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016, tanggal 1 April 2017 mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mengatakan, akan mencari jalan terbaik dari permasalahan ini. Pasalnya, ada sekitar 6.000 orang yang menggantungkan hidupnya menjadi sopir taksi konvensional.
“Sekitar 6.000-an orang bekerja di taksi konvensional. Itu yang kami harus carikan solusinya. Jadi kalau dia mati juga bersiap di pemerintah, tetapi sebaliknya taksi online juga harus punya cara untuk tetap bisa sama sama hidup. Sementara dicarikan jalan. Dan saya yakin ini bisa. Semua kalau niatnya baik, mau hidupkan sama-sama. Jadi harus ada solusi bersama. Posisi pemerintah kan mencoba menjembatani, taksi konvensional hidup, taksi online hidup. Saya berjanji hidupkan dua duanya,” jelas Syahrul. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top