Pemda Telusuri Kerusakan Terumbu Karang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pemda Telusuri Kerusakan Terumbu Karang

KOLAKAPOS, Kolaka–Kerusakan terumbu karang di sekitar lampu mercusuar, pelabukan Kolaka, yang dilakukan kapal tanker KM Amasnusa, pengangkut minyak sawit milik PT Damai Jaya Lestari (DJL), pada Rabu (15/2) lalu, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka mengambil langkah cepat. Rencanya, Pemda Kolaka akan menelusuri kerusakan terumbu karang yang disebabkan kapal tanker KM Amasnusa, pengangkut minyak sawit milik DJL.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei mengatakan, hingga saat ini belum menerima laporan secara resmi dari Syahbandar, maupun dari lembaga lain terkait kerusakan tersebut.

“Saya belum bisa terlalu banyak menanggapi soal kerusakan terumbu karang di seputar lampu Mercusuar, karena belum ada laporan secara resmi yang masuk ke saya, baik dari instansi terkait, maupun dari lembaga lain,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemda akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, untuk mengumpulkan data kerusakan terumbu karang di perairan teluk Bone, Kolaka.

“Kami akan mengumpulkan data terkait kerusakan terumbu karang, di perairan laut teluk Bone, di sekitar lampu mercusuar pelabuhan kolaka. Karena info kerusakan yang saya baca, hanya di koran saja,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemda bersama instansi terkait akan mengkaji kerusakan terumbu karang di sekitar lampu mercusuar, pelabuan Kolaka, yang dilakukan oleh kapal tanker pengangkut minyak sawit PT DJL, untuk mengetahui jumlah kerusakan serta, serta faktor penyebab kandasnya kapal tersbeut. “Kita tidak tahu, apakah kapal itu sengaja menabrak karang saat sedang jalan, ataukah sementara berlabuh kemudian dihantam ombak atau angin, kemudian hanyut dan menabrak karang, kita kaji dulu lah,” terangnya.

Setelah mengumpulkan data tersebut, Pemda akan mengambil tindakan apabila hal tersebut dilakukan oleh kapal tanker KM Amasnusa, pengangkut minyak sawit milik PT DJL, sesuai dengan tupoksinya, dengan berkoordinasi dengan Syahbandar. “Karena ini persoalan laut, maka kita akan bertindak sesuai kewenangan, dengan berkoordinasi dengan pihak terkait, karena untuk memanggil perusahaan, kewenangan kita terbatas,” tandasnya. (cr1/b)

Click to comment

The Latest

To Top