Dinas Penataan Ruang Segel 35 Minimarket – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Dinas Penataan Ruang Segel 35 Minimarket

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Keberadaan minimarket di Kota Makassar kian menjamur. Hampir di setiap sudut jalan terdapat waralaba atau minimarket. Di tahun ini Pemerintah Kota Makassar mendata sedikitnya 456 minimarket yang masih beroperasi di Kota Makassar.

Hanya saja dari total tersebut hanya sebagian minimarket yang telah melengkapi izin peruntukan. Bahkan sebanyak 35 minimarket di Kota Makassar telah disanksi mulai dari teguran hingga penggembokan.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Sulyadi Perdana Putra mengatakan, kebanyakan minimarket yang telah digembok adalah Indomart. Sedangkan Alfa Mart dan Alfa Midi masih diberikan toleransi untuk beroperasi dan melengkapi izin outlet sesuai dengan peruntukan ke pemerintah kota.
“Sampai saat ini kita sudah gembok 35 minimarket tapi itu semuanya adalah Indomart. Karena minimarket itu sama sekali belum ada laporan untuk melakukan verifikasi izin outlet sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, izinnya kebanyakan izin rumah tinggal, tapi kenyataannya dijadikan sebagai tempat usaha. Itulah kami minta tapi belum ada respon. Sedangkan Alfa Mart dan Alfa Midi sudah melakukan verifikasi, melaporkan outlet dan kita berikan toleransi,” jelas Sulyadi, Selasa (21/3).
Terkait kecamatan mana yang banyak ditempati minimarket tanpa izin, Sulyadi tidak dapat membandingkan. Dia menilai, semua wilayah memiliki minimarket tanpa izin. Sementara untuk batas waktu verifikasi izin, Dinas Penataan Ruang memberikan batas waktu hingga April mendatang. “Saya tidak bisa sebut itu, tapi semuanya samaji tiap wilayah ada minimarket tanpa izin,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi menegaskan, akan melakukan tindakan tegas sesuai petunjuk yang diberikan Wali Kota Makassar. “Sudah ada puluhan minimarket kita segel, dan itu dilakukan bidang saya sesuai dengan petunjuk dari Pak Wali. Saya tidak hafal lokasi dan nama minimarket yang sudah ditutup. Jelasnya itu sudah ada puluhan,” singkatnya.
Terpisah, anggota DPRD Makassar meminta Pemerintah Kota Makassar mengatur ulang Memorandum of Understanding (MoU) terkait jarak dan batas jumlah minimarket.
“Minimarket banyak terbangun dikarenakan tidak ada regulasi yang mengatur terkait jumlah dan jarak minimarket,” ungkap anggota DPRD Makassar, Hamzah Hamid di gedung DPRD Makassar.
Bukan hanya itu, jelas legislator Fraksi PAN itu, penyebab menjamurnya perusahaan ritel seperti minimarket karena sulit terjerat hukum atas pelanggaran yang dilakukannya, ini disinyalir karena adanya mafia minimarket yang melindungi pengusaha.
Ia juga mengungkapkan, kongkalikong antara pengusaha ritel dan oknum pemerintah dan DPRD sudah berlangsung lama dan hingga saat ini kondisi itu masih dipelihara, Hamzah menjawab produk bisnis memang sangat erat kaitannya dengan keterlibatan oknum.
“Namannya bisnis, pasti ada orang-orang yang bermain itu sejak dari dulu,” ucapnya.(bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top