Panti Pijat akan Disertifikasi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Panti Pijat akan Disertifikasi

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Madjid.

KOLAKAPOS, Makassar–Upaya menggenjot kunjungan wisatawan di Kota Makassar dan berbenah menjadi destinasi wisata dunia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar menggandeng Asosiasi Refleksi Kesehatan (Arkes) guna membahas tentang penyusunan Peraturan Walikota (Perwali) tentang usaha panti pijat yang akan dijadikan sebagai Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Makassar, Andi Karunrung, menyampaikan bahwa sudah saatnya ada regulasi yang mengatur tentang usaha panti pijat di Kota Makassar.
“Di Pulau Jawa dan Bali dan beberapa kota-kota besar lainnya sudah ada yang memiliki regulasi yang mengatur mengenai hal tersebut, sementara kita di Makassar belum dan inilah saatnya kita menyusun Perwalinya tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata bagi usaha panti pijat,” ujarnya, Rabu (22/3).
Mengenai seberapa besar manfaat perwali tersebut, Andi Karunrung menjelaskan, dengan hadirnya Perwali ini maka pelayanan panti pijat di Makassar akan bisa diseragamkan, termasuk mengatur tentang tarif hingga hal yang bersifat teknis lainnya.
“Yang terpenting dari kehadiran Perwali ini, adalah ada sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap pelayan panti pijat, dengan begitu setiap karyawan akan terverifikasi sebagai tenaga pemijat profesional. Pemijat profesional itu tidak meminta bayaran atau tip kepada pelanggannya,” terang Andi Karunrung.
Dengan demikian, lanjutnya, kewajiban mengantongi sertifikasi bagi tenaga pemijat ini, menjadikan mereka mematuhi aturan yang berlaku. Sehingga laporan terkait maraknya soal pelayanan panti pijat yang tidak profesional hingga usaha panti pijat yang berkedok ‘pijat plus-plus’ dapat diberantas.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Madjid, menyampaikan untuk sertifikasi tersebut pihaknya akan mengeluarkan dua jenis sertifikasi, yakni sertifikasi untuk profesi bagi tenaga pemijatnya sendiri dan sertifikasi untuk usaha bagi pemilik usaha panti pijat.
“Kita akan meminta masukan dari para pengusaha panti pijat refleksi yang ada, sebab mereka akan diwajibkan mengantongi kedua sertifikasi tersebut bila ingin membuka usaha pijat refleksi. Nah untuk menguatkan ini, makanya kita akan adakan pembahasan soal Perwali ini,” jelasnya.
Untuk sertifikasinya, Pemkot Makassar berencana akan menggandeng Asosiasi Refleksi Kesehatan dan Asosiasi Profesi di Makassar untuk menyukseskan Perwali ini. “Idealnya pekerja maupun usahanya harus disertifikasi, hal ini demi memastikan agar pelayanan panti pijat lebih baik lagi,” tutup Maya. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top