BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Kilat–Terjadi di Tiga Daerah di Luwu Raya – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Kilat–Terjadi di Tiga Daerah di Luwu Raya

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Palopo–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Luwu Raya memprediksi 3 (tiga) daerah di Luwu Raya yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur akan mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan kilat.

Demikian diungkapkan Kepala BMKG Luwu Raya, Achadi Subarkah Rahardjo melalui Forecaster BMKG, Lessi Andaria kepada Palopo Pos, Senin 20 Maret 2017 menyebutkan, tiga daerah yakni Kota Palopo, Masamba dan Malili akan diselimuti hujan lebat disertai angin kencang dan kilat. Dimana suhunya mencapai 23 derajat celcius hingga 31 derajat celcius. Dimana kecepatan angin sekitar 20 Km per jam , dan kelembapan mencapai 75 persen hingga 95 persen.

”Hujan lebat disertai angin kencang masih menyelimuti empat wilayah tersebut sehingga warga diminta waspada akan hal itu. Karena ada kemungkinan jika hujan terus menerus akan menyebabkan banjir dan juga angin puting beliung,” imbau Annisa kemarin.
BMKG merilis La Nina masih terus berlangsung. Dimana kemarau basah yang saat ini sedang terjadi merupakan pengaruh dari anomali hujan. Hingga saat ini sebanyak 27,2 persen wilayah di Indonesia belum memasuki musim kemarau dan masih terus didera oleh curah hujan yang tinggi.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat pengaruh tidak kuatnya Monsoon Australia atau angin timur. Kondisi perairan di Indonesia yang lebih hangat, serta adanya Indian Ocean Dipole (IOD) mode negatif.

Faktor-faktor tersebut memicu curah hujan yang lebih tinggi dari pada rata-rata normal di periode yang sama dalam 30 tahun terakhir di sebagian besar wilayah Indonesia. IOD merupakan fenomena saat kondisi suhu muka laut di bagian barat Pulau Sumatera lebih hangat dari suhu muka laut di wilayah pantai timur Afrika.

BMKG memperkirakan, kondisi La Nina akan terus berlangsung hingga Maret tahun 2017 dan berpotensi menjadikan kondisi basah di wilayah Indonesia.
Untuk diketahui, wilayah rawan banjir terdapat di empat kecamatan yakni Kecamatan Wara, Kecamatan Wara Timur, Kecamatan Telluwanua, dan Kecamatan Wara Selatan. Semua wilayah rawan banjir tersebut terdapat di wilayah hilir. Yakni Marobo, Sumarambu, Padang Lambe, Dangerakko, Pajalesang, Surutanga, Pontap, dan Tompotikka.

Sementara untuk wilayah rawan terjadi angin puting beliung, berada di wilayah pesisir, seperti di Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Wara Selatan, Kecamatan Wara Utara, dan Kecamatan Wara Timur, yakni Ponjalae, Surutanga, dan Pontap. (palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top