Delapan Anggota Jaringan Narkoba Digulung, Dua Ditembak – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Delapan Anggota Jaringan Narkoba Digulung, Dua Ditembak

KOLAKAPOS, Makassar–Satuan Narkoba Polrestabes Makassar menggulung delapan tersangka penyalahgunaan narkoba lintas kabupaten. Mereka diringkus pada waktu dan tempat berbeda. Dua diantaranya terpaksa didor karena mencoba melawan petugas.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi membeber pengungkapan kasus ini, di halaman Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu malam (18/3) pukul 22.00 Wita. Delapan orang tersangka, disebutkan Endi, ditangkap personel yang tergabung dalam Tim Elang.
Penangkapan bermula di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (13/3) lalu. Ketika itu, Tim Elang yang mengetahui keberadaan tersangka langsung bergegas ke lokasi dan memblokirnya.
Di tempat ini diamankan Rahman (33), warga Amparita, Kabupaten Sidrap. Dari tangan Rahman petugas mengamankan barang bukti berupa satu saset sabu seberat tiga gram. Selanjutnya Rahman digelandang ke Mapolrestabes guna menjalani pemeriksaan.
Dari hasil interogasi, kata Endi, Rahman mengaku mendapatkan barang haram itu dari rekannya bernama Wise alias Ica (32). Tinggal di Kabupaten Sidrap.
‘Nyanyian’ Rahman ditindaklanjuti. Pengembangan pun langsung dilakukan. Jumat (17/3) sekitar pukul 04.30 Wita, Wise alias Ica yang merupakan warga Amparita berhasil dibekuk.
Satu nama lain dalam jaringan peredaran narkoba ini meluncur dari mulut Wise. Dia adalah Damang. Tinggal di Buloe, Maniangpajo, Kabupaten Wajo.
Pengejaran pun dilakukan terhadap Damang. Pagi harinya pukul 07.15 Wita, penangkapan berlangsung di wilayah Anabanua, Maniangpajo, Kabupaten Wajo.
Di lokasi itu petugas juga berhasil mengamankan seorang rekan Damang bernama Asriadi alias Adi (22). ”Pria ini berperan sebagai kaki tangan jaringan Damang,” ujar Kombes Endi.
Karena belum ditemukan, pencarian terhadap Damang terus dilakukan. Penggerebekan pun dilakukan di rumahnya.
Benar saja, Damang berada di kediamannya. Dia bahkan tengah asyik berpesta sabu sambil bermain judi. Ia ditemani empat rekannya. Salah satunya bernama Lukman.
Melihat kedatangan polisi, mereka langsung berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, Damang dan Lukman nekat melompat dari atas rumah panggung itu.
Begitu kakinya menyentuh tanah, polisi bermaksud menangkapnya. Tapi keduanya tetap melawan dan mencoba untuk kabur. Bahkan menyerang polisi dengan menggunakan badik.
”Anggota kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembak keduanya,” jelas Endi.
Selain keduanya, di lokasi tersebut ikut diamankan tiga orang lainnya. Masing-masing Pian (36), Damri (33) dan seorang perempuan bernama Ona (24). Ketiganya warga Buloe Maniangpajo, Kabupaten Wajo.
”Jadi seluruhnya ada delapan orang yang diamankan,” tambah Endi.
Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Masing-masing narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 115 gram. Satu alat timbangan elektrik. Saset kosong empat bungkus. Empat sajam berupa badik. HP sembilan buah. Dua set bong dan alat pakai. Satu unit monitor perangkat CCTV. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top